SMKN 2 Gowa Sulawesi Selatan Kenalkan Konsep Kepaskibraan Berbasis Budaya
- 08 Agt 2026 07:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Paskibra SMK Negeri 2 Gowa - Sulawesi Selatan, menghadirkan inovasi melalui penyelenggaraan event "Pakarena Jilid 1", sebuah kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai kepaskibraan dengan pelestarian budaya lokal Sulawesi Selatan. Hal tersebut di katakan Andi Prasasti, S.Fil - Koordinator Steering Commite Pakarena Jilid 1, dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar, Kamis 6 Agustus 2026.
Andi Prasasti menjelaskan bahwa Nama "Pakarena" dipilih bukan hanya karena identik dengan tarian tradisional khas Makassar, tetapi juga memiliki makna yang mencerminkan semangat kegiatan tersebut dan Pakarena merupakan akronim dari Panggung Aksi Kepaskibraan, Nalar, dan Atraksi. Pemilihan nama tersebut didasari oleh identitas SMK Negeri 2 Gowa sebagai sekolah yang memiliki basis kuat di bidang seni pertunjukan, seperti tari, musik tradisional, dan berbagai bentuk kesenian lainnya.
"SMK Negeri 2 Gowa merupakan sekolah yang sangat dekat dengan dunia kesenian. Budaya seni sudah mengakar dalam kehidupan siswa maupun organisasi di sekolah. Karena itu, kami ingin menghadirkan sebuah kegiatan yang sekaligus mempromosikan identitas sekolah melalui nama Pakarena," ujar Andi Prasasti.
Menurut Andi Prasasti, secara filosofis terdapat keterkaitan erat antara Tari Pakarena dengan nilai-nilai yang dijunjung dalam kepaskibraan. Gerakan dalam Tari Pakarena menuntut kedisiplinan, ketegasan, ketangguhan, serta estetika yang selaras dengan karakter yang dibentuk dalam kegiatan baris-berbaris.
"Ketika seseorang menarikan Pakarena, tanpa disadari terdapat nilai-nilai kepaskibraan di dalamnya, seperti disiplin, ketegasan, ketangguhan, dan keindahan gerak. Nilai-nilai tersebut juga menjadi karakter utama seorang anggota Paskibra," jelasnya.
Andi Prasasti menambahkan, kegiatan tersebut ingin menunjukkan bahwa budaya, kepaskibraan, dan nasionalisme bukanlah konsep yang saling terpisah. Ketiganya dapat berjalan beriringan sehingga peserta tidak hanya memiliki kemampuan baris-berbaris yang baik, tetapi juga berperan dalam melestarikan budaya daerah.
"Melalui Pakarena, kami ingin mengajak seluruh peserta untuk disiplin dalam setiap gerakan di lapangan sekaligus mencintai dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas daerah Sulawesi Selatan”, Andi Prasasti
Lebih lanjut, Andi Prasasti mengatakan bahwa makna nasionalisme tidak sebatas penghormatan kepada bendera Merah Putih atau melakukan tugas sebagai abdi negara dalam melaksanakan tugas-tugas bela negara, tetapi Nasionalisme juga diwujudkan melalui kesadaran menjaga, menghargai, dan melestarikan budaya yang menjadi identitas diri kita yang di wariskan oleh para leluhur.
"Budaya bukan sekadar sesuatu yang dapat dipilih, tetapi merupakan identitas yang harus dijaga. Seorang anggota Paskibra yang memiliki jiwa nasionalisme tidak hanya tangguh, disiplin, dan berwibawa di lapangan, tetapi juga kreatif dalam mengangkat budaya, tradisi, dan kearifan lokal”, ungkap Andi Prasasti.
Konsep tersebut akan diwujudkan dengan mengintegrasikan unsur budaya, tradisi, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan ke dalam rangkaian kegiatan Paskibra tanpa menghilangkan substansi kepaskibraan maupun semangat nasionalisme yang menjadi dasar pelaksanaannya, tutup Andi Prasasti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....