Sebanyak 10 Guru MAN 1 Kota Makassar Ikuti ToT Cinta Bangga Paham Rupiah
- 20 Sep 2026 18:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 10 guru MAN 1 Kota Makassar mendapat pembekalan khusus mengenai program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah melalui Training of Trainers (ToT) yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Sabtu 19 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai rupiah di lingkungan pendidikan. “Kami di MAN 1 Makassar siap melakukan diseminasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah,” ujar salah satu guru MAN 1 Kota Makassar, Takdir.
Program ToT tersebut dilaksanakan BI Sulawesi Selatan dengan menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 guru yang berasal dari Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai peran rupiah serta sistem yang berkaitan dengan kebanksentralan. “Transformasi knowledge dan penguatan literasi keuangan menjadi bagian yang penting dalam edukasi,” kata Takdir.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas kecintaan terhadap rupiah, tetapi juga mencakup sistem pembayaran hingga perlindungan konsumen. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai landscape pengelolaan uang rupiah di Bank Indonesia serta pemahaman mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah. “Pemahaman tentang rupiah dan pemanfaatan rupiah secara baik dan proporsional juga dapat mendukung literasi keuangan kepada peserta didik,” jelas Takdir.
Bagi guru MAN 1 Kota Makassar, pembekalan tersebut memiliki peran yang cukup strategis karena pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan. Para guru nantinya diharapkan dapat meneruskan materi CBP Rupiah kepada siswa sekaligus lingkungan masyarakat melalui kegiatan edukasi yang relevan. “Bisa menjadi bagian dari kurikulum cinta, yakni cinta tanah air dan negara,” tutur Takdir.
Menurut Takdir, materi mengenai rupiah memiliki ruang untuk dimasukkan ke dalam proses pembelajaran di madrasah. Penyampaian materi dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang memiliki keterkaitan sehingga edukasi tentang rupiah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan karakter peserta didik. “Kami akan melakukan insersi pengetahuan dan materi pada mata pelajaran yang sesuai dan relevan,” ujarnya.
Keterlibatan MAN 1 Kota Makassar dalam ToT CBP Rupiah juga dinilai sejalan dengan kebutuhan penguatan literasi dan numerasi di lingkungan pendidikan. Edukasi mengenai rupiah sekaligus dapat diarahkan pada penguatan inklusi dan literasi keuangan sejak peserta didik berada di bangku madrasah. “Transformasi knowledge, penguatan literasi keuangan, kami di MAN 1 Makassar siap melakukan diseminasi cinta bangga rupiah,” ungkap Takdir.
Pelaksanaan ToT CBP Rupiah bagi guru di Sulawesi Selatan kali ini menjadi batch pertama yang digelar BI di wilayah tersebut pada tahun 2026. Program serupa direncanakan berlangsung secara bertahap sehingga edukasi dapat menjangkau lebih banyak guru dan sekolah di berbagai daerah. “Kami siap melakukan diseminasi cinta bangga rupiah,” kata Takdir terkait komitmen guru setelah mengikuti pelatihan.
Sebanyak 300 guru yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah. Komposisi peserta tersebut membuat materi CBP Rupiah berpeluang diteruskan melalui jenjang pendidikan yang lebih beragam. “Penguatan literasi keuangan dapat dilakukan melalui pendidikan,” ujar Takdir.
Untuk mengetahui sejauh mana materi dapat dipahami peserta, pelaksanaan ToT CBP Rupiah juga dilengkapi dengan Pre Test dan Post Test. Selain evaluasi tersebut, suasana pelatihan dibuat lebih interaktif melalui sesi tanya jawab dan pembagian door prize bagi peserta. “Pemahaman tentang rupiah dan pemanfaatan rupiah secara baik dan proporsional dapat mendukung literasi keuangan,” jelas Takdir.
Bagi guru MAN 1 Kota Makassar, kegiatan tersebut menjadi tambahan bekal untuk membawa edukasi CBP Rupiah lebih dekat dengan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari. Dengan begitu, pemahaman mengenai rupiah tidak hanya berhenti pada pengetahuan tentang alat pembayaran, tetapi juga dikaitkan dengan kecintaan terhadap simbol kedaulatan negara. “Bisa menjadi bagian dari kurikulum cinta dan penguatan karakter,” pungkas Takdir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....