Pertamina Tambah Pasokan Solar 10–15 Persen untuk Kurangi Antrean SPBU Makassar
- 07 Agt 2026 12:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Panjangnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dan kabupaten kota lainnya yang melayani pembelian solar bersubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa RRI Makassar bertajuk "Di Balik Panjangnya Antrean Solar", menghadirkan Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, sebagai narasumber, yang dipandu oleh Arfan Yusri, Kamis (6/8/2026).
Dalam dialog tersebut, Lilik Hardiyanto menjelaskan bahwa panjangnya antrean solar tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan stok. Menurutnya, pasokan BBM bersubsidi, khususnya solar, terus disalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, tingginya permintaan dari kendaraan yang berhak menerima subsidi pada jam-jam tertentu membuat antrean sulit dihindari.
"Secara umum, stok solar dalam kondisi aman. Yang sering terjadi adalah lonjakan (demand ) kebutuhan pada waktu tertentu sehingga terjadi penumpukan kendaraan di SPBU. Jadi, persoalannya bukan semata-mata karena pasokan kosong," ujar Lilik Hardiyanto.
Ia menambahkan, penyaluran solar bersubsidi dilakukan berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah dan diawasi secara ketat melalui sistem digital. Pertamina bersama pemerintah terus melakukan pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran, sehingga hanya kendaraan yang memenuhi ketentuan yang dapat memperoleh solar bersubsidi.
"Kami menjalankan penyaluran sesuai regulasi pemerintah. Sistem digital yang diterapkan bertujuan memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus mencegah penyalahgunaan," jelasnya.
Lilik juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi antrean adalah perilaku konsumen yang cenderung melakukan pengisian pada waktu yang sama. Selain itu, jumlah kendaraan pengguna solar bersubsidi yang terus meningkat di sejumlah daerah turut memberikan tekanan terhadap pelayanan di SPBU, meskipun pasokan tetap tersedia.
"Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir atau panik dengan melakukan pembelian secara berlebihan. Selama penyaluran berjalan sesuai kuota, kebutuhan masyarakat akan terus kami penuhi secara bertahap,dan kami juga sudah melakukan sidak ke beberapa SPBU di Kota Makassar untuk memastikan pelayanan ke masyarakat,kami juga sudah melakukan peningkatan supply sekitar sepuluh hingga lima belas persen baik dalam kota dan jalur trans Sulawesi," katanya.
Untuk mengurangi antrean, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan pengelola SPBU guna mengoptimalkan distribusi BBM. Evaluasi terhadap pola penyaluran juga terus dilakukan, termasuk memantau titik-titik SPBU yang memiliki tingkat konsumsi tinggi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Lilik juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan BBM sesuai peruntukannya serta mendukung pengawasan bersama terhadap penyaluran BBM subsidi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar distribusi solar bersubsidi tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh kelompok yang memang berhak menerimanya. Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan energi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....