Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO
- 04 Agt 2026 14:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menawarkan Kota Makassar sebagai hub investasi Indonesia Timur dalam Business Investment Forum yang menjadi rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Hotel Claro Makassar, Senin 3 Agustus 2026. Forum bertema "Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global" itu diikuti pengurus APINDO dari seluruh Indonesia dan dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Dalam forum tersebut, Munafri menjadi pembicara bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, Kepala DPMPTSP Kalimantan Utara, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Direktur Investasi dan Perdagangan Luar Negeri APINDO Sherly Susilo. Di hadapan para pelaku usaha, Munafri memaparkan tiga keunggulan utama Kota Makassar sebagai tujuan investasi, yakni letak geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta tata kelola pemerintahan berbasis Smart City yang mendukung kemudahan berinvestasi.
"Kenapa Makassar? Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City," ujarnya.
Munafri menjelaskan, posisi Makassar berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan Australia, Asia, hingga kawasan internasional lainnya. Posisi tersebut memperkuat peran Makassar sebagai pusat distribusi barang, jasa, dan tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur.
Ia menambahkan, Makassar juga menjadi satu-satunya kota di Sulawesi Selatan yang memiliki pelabuhan internasional dan bandara internasional sebagai dua simpul utama konektivitas ekonomi yang mendukung aktivitas ekspor dan impor.
Menurutnya, sektor investasi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Makassar karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus menghadirkan kemudahan perizinan, pelayanan yang ramah, serta kepastian bagi para investor.
Munafri juga memaparkan realisasi investasi Kota Makassar yang kembali meningkat pada 2025 setelah mengalami koreksi pada 2024. Kenaikan tersebut ditandai dengan pertumbuhan investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) maupun investasi dalam negeri. Lima negara dengan nilai investasi terbesar di Makassar berasal dari Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang.
Selain itu, ia menawarkan sejumlah peluang investasi baru, di antaranya pengembangan kawasan sports tourism di Untia melalui pembangunan stadion milik Pemerintah Kota Makassar serta pengembangan gugusan Kepulauan Spermonde sebagai destinasi wisata bahari untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Di sektor industri, Munafri menyebut tingkat okupansi Kawasan Industri Makassar (KIMA) telah mencapai lebih dari 90 persen. Kawasan tersebut menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas, termasuk kopi dan hasil perikanan, sekaligus mendukung aktivitas ekspor-impor dari Makassar.
"Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini," tegasnya.
Ia menambahkan, potensi perikanan, pertanian, industri pengolahan makanan, serta dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi ekosistem yang memperkuat daya saing investasi di Makassar. Menutup paparannya, Munafri mengajak para peserta forum untuk mengenal lebih dekat Kota Makassar, termasuk kekayaan kulinernya yang menjadi salah satu daya tarik daerah.
"Makassar terkenal dengan kuliner yang sangat nikmat. Jadi kalau di Makassar, peraturannya: dilarang diet," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....