Pemkot Makassar Dorong SPBU Beroperasi 24 Jam untuk Atasi Antrean BBM

  • 11 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar mendorong optimalisasi operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama 24 jam sebagai salah satu langkah mengurai antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan perluasan waktu pelayanan menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.

Menurutnya, langkah ini memungkinkan dilakukan karena berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, ketersediaan BBM sebenarnya masih mencukupi. Persoalan yang perlu dibenahi adalah manajemen dan pola pelayanan di lapangan. “Informasi dari Pak GM bahwa ini cukup, bukan langka. Artinya, manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalan ini. Saya juga meminta untuk kita mengatur dan mengaktifkan SPBU 24 jam,” kata Munafri, Jumat 11 September 2026.

Munafri menilai pengaktifan SPBU selama 24 jam dapat memberikan pilihan waktu pengisian yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan demikian, antrean diharapkan tidak terkonsentrasi pada waktu tertentu. Selain memperpanjang waktu operasional, Pemkot Makassar juga mendorong agar seluruh dispenser yang tersedia di SPBU dapat diaktifkan. Ketersediaan operator juga harus dipastikan agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara maksimal.

Munafri menyebut jika terdapat SPBU yang kekurangan operator, pemerintah kota siap membantu menyiapkan personel. Tenaga tersebut dapat diberikan pelatihan singkat agar mampu mendukung pelayanan di SPBU. Langkah lainnya adalah mengatur antrean kendaraan besar seperti bus dan truk. Pemerintah mengusulkan agar kendaraan tersebut memiliki waktu antrean khusus sehingga tidak mengganggu pelayanan bagi kendaraan pribadi.

Pemkot Makassar juga akan melakukan klasterisasi SPBU berdasarkan jenis kendaraan yang dilayani. Sejumlah SPBU dapat dikhususkan untuk kendaraan pribadi, sedangkan lokasi lainnya melayani bus dan truk. “Kami minta setelah ini Sabtu dan Minggu menyusun rencana strategis untuk memastikan SPBU mana yang sudah di kluster, mana yang tidak boleh bercampur dan mana khusus untuk bus. Mudah-mudahan Senin beberapa SPBU bisa kita maksimalkan,” ujar Munafri.

Menurutnya, klasterisasi penting karena kondisi setiap SPBU berbeda, terutama dari sisi akses jalan. SPBU yang berada di ruas jalan sempit akan berpotensi menimbulkan kemacetan apabila digunakan sebagai lokasi antrean bus dan truk.

Pemkot Makassar bersama Pertamina, kepolisian, dan Satgas akan memperkuat koordinasi untuk menjalankan skema tersebut. Munafri berharap optimalisasi SPBU, pengaturan kendaraan, serta operasional 24 jam dapat segera diterapkan sehingga antrean BBM berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....