OJK Ingatkan Maraknya Penipuan Digital, Masyarakat Diminta Jaga Data Pribadi
- 03 Agt 2026 08:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital yang semakin berkembang. Masyarakat diminta tidak lengah dalam menjaga data pribadi agar terhindar dari kerugian finansial.
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada meningkatnya risiko penipuan digital, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi.
"Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan, masyarakat dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan layanan keuangan digital, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan," ujar Muchlasin, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital harus diiringi dengan kemampuan mengenali berbagai modus kejahatan yang kerap memanfaatkan rendahnya literasi keuangan. Muchlasin mengimbau masyarakat agar tidak memberikan PIN, password maupun kode One Time Password (OTP) kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas lembaga keuangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada pihak lain, serta waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko," ucap Muchlasin.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan seluruh produk dan layanan keuangan yang digunakan berasal dari lembaga yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK.
Melalui peningkatan literasi keuangan, Muchlasin berharap masyarakat semakin terlindungi dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital sekaligus mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....