Inovasi Pembelajaran Digital Hasilkan Siswa yang Kreatif
- 02 Agt 2026 07:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Inovasi pembelajaran juga terus dikembangkan di SMP dan SMA Ki Hajar Dewantara Makassar. Sekolah tidak hanya dituntut mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu melihat berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Syahruddin Hajja, S.Pd.I., S.M., MBA. - Guru SMP/SMA Ki Hajar Dewantara Makassar/ Chairman Hameta Corporation Indonesia dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar menjelaskan, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk membuat proyek sebagai tugas sekolah, tetapi juga menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mempromosikan produk melalui pembuatan video maupun materi promosi digital.
"Meskipun hasil karya siswa belum sepenuhnya profesional, karena seluruh proses dikerjakan oleh mereka sendiri, upaya tersebut tetap perlu diapresiasi. Yang terpenting adalah siswa mendapatkan pengalaman belajar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat”, ujar Syahruddin. Sabtu, 1 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Syahruddin mengungkapkan terdapat beberapa metode pembelajaran berbasis digital yang dinilai efektif diterapkan di tingkat SMP maupun SMA. "Metode pertama adalah Project Based Learning (PjBL), yaitu pembelajaran yang mendorong siswa menghasilkan karya nyata sebagai bentuk implementasi materi yang dipelajari. Salah satu contoh yang diterapkan adalah pembuatan video kampanye lingkungan, "tambahnya.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengampanyekan budaya memilah sampah organik dan anorganik. Karena itu, guru dapat memanfaatkan isu tersebut sebagai proyek pembelajaran berbasis digital yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, siswa diberi kebebasan untuk berkreasi, baik dalam menyusun konsep maupun menyajikan video edukasi mengenai cara memilah sampah. Kreativitas tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga memberikan dampak nyata dengan menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. "Yang paling penting bukan hanya menghasilkan ide, tetapi bagaimana karya tersebut mampu memberikan pengaruh positif. Siswa harus memahami pentingnya memilah sampah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”, kata Syahruddin.
Metode kedua adalah Flipped Classroom. Pada model pembelajaran ini, siswa mempelajari materi terlebih dahulu di rumah melalui video atau media digital. Selanjutnya, ketika berada di kelas, waktu pembelajaran dimanfaatkan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memperdalam pemahaman bersama guru maupun teman sekelas. "Model ini membuat penggunaan teknologi digital lebih efektif. Materi dipelajari secara mandiri di rumah, sedangkan di sekolah siswa dapat berdiskusi secara langsung dan memperkuat pemahamannya," jelasnya.
Metode ketiga adalah gamification atau gamifikasi, yaitu pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Syahruddin mencontohkan penggunaan platform asesmen interaktif seperti Quizizz dan Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Menurutnya, metode tersebut terbukti mampu membuat siswa lebih aktif, antusias, dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan belajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus menyenangkan. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman materi, motivasi belajar, serta hasil belajar siswa secara keseluruhan.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital yang disertai strategi pembelajaran yang tepat dapat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan proses belajar yang lebih berkualitas, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era digital. Kolaborasi antara teknologi, kompetensi guru, dan keterlibatan aktif siswa diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....