Guru SMKN 6 Makassar Dibekali Keamanan Digital

  • 30 Sep 2026 22:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 22 guru SMKN 6 Makassar mengikuti edukasi keamanan digital untuk mencegah penipuan online. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen dari Universitas Muslim Indonesia, dimana ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Edukasi ini menjadi penting, mengingat kejahatan di ruang digital saat ini semakin marak. . Kegiatan menghadirkan Erick Irawadi Alwi, M.Eng. dan Dr. Jasmaniar, S.H., M.H. sebagai pemateri. Edukasi difokuskan pada peningkatan pemahaman guru terhadap risiko penipuan di ruang digital.

Erick Irawadi Alwi menjelaskan sejumlah modus penipuan online yang perlu diwaspadai. Modus tersebut antara lain phishing, tautan palsu, rekayasa sosial, serta penyalahgunaan data pribadi. Untuk itu, diharapkan guru-guru ini menjadi paham sehingga mereka bisa lebih berhati-hati ketika menggunakan ruang digital, termasuk menjaga kerahasiaan OTP, PIN, dan kata sandi. “Periksa kembali sumber pesan dan jangan sembarangan membuka tautan,” ujarnya, Selasa 29 September 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan penggunaan teknologi perlu diikuti kesadaran terhadap keamanan digital. Kebiasaan sederhana dapat membantu pengguna mengurangi risiko menjadi korban penipuan. Pengguna juga perlu memastikan informasi sebelum memberikan data pribadi. “Menjaga data pribadi dapat membantu mengurangi risiko penipuan online,” katanya.

Sementara itu, Jasmaniar mengatakan guru memiliki peran penting dalam memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan. Pengetahuan keamanan digital yang diperoleh guru dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Pemahaman tersebut juga dapat diteruskan kepada siswa melalui proses pembelajaran. “Guru memiliki peran penting sebagai agen literasi digital,” ujarnya.

Kepala SMKN 6 Makassar Andi Nursyidah Galigo mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keamanan digital relevan dengan aktivitas guru dan siswa yang semakin banyak menggunakan teknologi. Pengetahuan mengenai penipuan online dinilai penting untuk melindungi data pribadi. “Materi ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa,” kata Andi Nursyidah.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai kasus penipuan online. Peserta membahas berbagai modus yang kerap ditemukan masyarakat dalam penggunaan layanan digital. Diskusi juga diarahkan pada langkah pencegahan dan pengamanan data pribadi. “Kami berharap pengetahuan ini dapat diteruskan kepada siswa,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, seluruh guru peserta mendapatkan buku Literasi Digital: Panduan Aman dan Cerdas di Era Digital. Buku tersebut menjadi bahan pendukung untuk memperkuat pemahaman penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. Kegiatan diharapkan mendorong guru lebih kritis dalam menghadapi berbagai risiko digital. Literasi keamanan digital juga diharapkan terus diterapkan di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....