Peran Teknologi Imersif dan Etika Penggunaan AI
- 01 Agt 2026 20:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perkembangan teknologi di era modern saat ini telah menghadirkan berbagai inovasi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), industri game, hingga teknologi imersif. Teknologi seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) kini mendominasi dunia kerja serta sektor properti untuk memudahkan interaksi jarak jauh.
Kepala Bagian Studio, Universitas DIPA Makassar, Muh. Rusdi Rahman, dalam Program Ekonomi Digital pada Sabtu, 1 Agustus 2026 mengungkapkan pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan masyarakat untuk melihat berbagai tipe perumahan tanpa harus hadir langsung di lokasi fisik. Hal ini menunjukkan bahwa rekayasa perangkat lunak memegang peranan krusial dalam mengubah pola interaksi manusia di era digital.
“Jadi kalau perannya rekayasa perangkat lunak di dunia sekarang itu, bisa dikatakan yang mendominasi yaitu teknologi mix reality ataupun juga virtual reality. Jadi sekarang orang bisa berinteraksi tanpa bertatap muka langsung, tapi bisa bertemu di dunia imersif ataupun juga mix reality yang di mana sangat digandrungi sekarang,” jelas Rusdi.
Dalam upaya mengembangkan ekonomi digital, generasi muda dituntut memiliki kompetensi dasar serta niat yang tinggi untuk membantu sesama. Penerapan teknologi mix reality dapat dimanfaatkan untuk membangun ruangan virtual yang menampilkan berbagai hasil karya seni dari dunia nyata ke dunia maya.
Penguasaan teknologi seperti AI, game, dan perangkat lunak imersif terbukti mampu memperluas peluang kerja. Selain itu, dapat membuka sumber pendapatan tambahan bagi mahasiswa.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi digital diiringi oleh persoalan etika penggunaan kecerdasan buatan di tengah masyarakat. Rusdi mengungkapkan bahwa masih terdapat pihak yang memanfaatkan AI untuk tindakan merugikan, seperti penipuan daring yang mengelabui masyarakat awam. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan positif tanpa terjebak dalam dampak negatifnya.
“Jadi sebetulnya selagi kita memanfaatkan AI ataupun juga teknologi dengan baik, itu berdampak ke kita juga pribadi. Kalaupun ada hal-hal yang tidak bisa kita toleransi seperti penipuan dan lain-lain, mungkin ada batasan yang ataupun juga ada hal yang perlu kita kedepankan, yaitu bagaimana cara mengedukasi orang-orang agar bisa memanfaatkan dengan lebih baik,” jelas Rusdi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....