Generasi Muda Perlu Seimbangkan Zikir dan Pikir

  • 21 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Menghadapi era kemajuan sains dan teknologi global, generasi muda dituntut untuk memiliki keseimbangan yang matang antara kemampuan intelektual dan keteguhan moral spiritual. Keseimbangan ini diperlukan agar mereka tidak salah arah dalam mengolah kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat.

Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag., menjelaskan bahwa Al-Qur'an telah memberikan panduan yang jelas melalui konsep ulil albab, yakni profil manusia yang senantiasa memadukan antara zikir dan pikir dalam setiap aktivitas kehidupannya sehari-hari. Konsep ini termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 190-191 mengenai penciptaan langit dan bumi.

Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag., dalam siaran Titian Illahi Pro 1 RRI Makassar

“Generasi yang kita harus bentuk dan siapkan ke depan adalah yang masuk dalam kategori ulil albab. Pikir melambangkan kemajuan intelektual, sains, dan teknologi, sementara zikir adalah yang akan mengendalikan dan membentuk manusia-manusia yang berkarakter,” jelas Prof. Rahmi.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi dan kecerdasan intelektual tanpa dibarengi oleh nilai agama serta etika yang matang dikhawatirkan hanya melahirkan kecerdasan yang disetir oleh hawa nafsu semata. Jika hawa nafsu yang mendominasi, hal tersebut berpotensi memicu berbagai penyimpangan moral, seperti tindakan korupsi dan runtuhnya integritas di tengah masyarakat, Senin, 21 September 2026.

Oleh karena itu, dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mengarahkan potensi anak didik agar senantiasa berada pada jalur yang benar. Pemilihan institusi pendidikan yang disiplin serta penanaman nilai keagamaan yang kuat sejak usia sekolah dasar hingga perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam membentuk mentalitas generasi bangsa yang tangguh.

Selain masalah karakter, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, Prof. Rahmi juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dan penerapan budaya tabayyun (meneliti kebenaran informasi). Generasi muda diimbau untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan berita bohong (hoaks) yang dapat memecah belah kedamaian bersama.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana, termasuk menjadikannya sebagai sarana dakwah dan menyebarkan kebaikan. Dengan demikian, kemajuan zaman yang dicapai tidak hanya mendatangkan kesejahteraan material, melainkan juga membawa keberkahan dan kedamaian menuju terwujudnya baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....