FHI Sulsel Soroti Dampak Rangkap Jabatan Pengurus Olahraga

  • 01 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Tata kelola organisasi olahraga yang profesional dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan atlet. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Federasi Hoki Indonesia (FHI) Sulawesi Selatan, Gajahmada Harding, saat membahas fenomena rangkap jabatan pengurus olahraga. Menurutnya, organisasi olahraga membutuhkan kepengurusan yang fokus agar program pembinaan berjalan efektif dan target prestasi dapat dicapai secara berkelanjutan.

Gajahmada Harding menjelaskan, rangkap jabatan bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga berdampak pada efektivitas kepemimpinan dalam menjalankan organisasi. Seorang pengurus yang memegang beberapa jabatan sekaligus berpotensi kesulitan membagi waktu, perhatian, dan energi sehingga pelaksanaan program kerja serta pembinaan atlet tidak dapat berjalan secara maksimal. "Mengelola organisasi olahraga membutuhkan komitmen penuh. Ketika seseorang memegang terlalu banyak tanggung jawab, fokus terhadap pembinaan atlet maupun pengembangan organisasi tentu akan terbagi," ujarnya.

Berdasarkan evaluasi awal FHI Sulawesi Selatan, persoalan rangkap jabatan di sejumlah pengurus cabang memang memberi pengaruh terhadap kinerja operasional organisasi. Beberapa agenda koordinasi, pembinaan atlet, hingga pelaksanaan program kerja berjalan kurang optimal karena tidak seluruh pengurus dapat memberikan perhatian penuh terhadap tugasnya masing-masing. "Kami ingin setiap pengurus benar-benar menjalankan amanah sesuai porsinya. Organisasi akan lebih sehat apabila setiap jabatan diemban oleh orang yang memiliki waktu, komitmen, dan tanggung jawab penuh," kata Gajahmada.

Meski demikian, ia menegaskan proses pembenahan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan komunikasi internal. Menurutnya, jajaran pengurus memahami bahwa evaluasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi. Di kalangan atlet pun, situasi tersebut tidak sampai menimbulkan konflik yang berkepanjangan karena pengurus terus memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pembenahan yang sedang dilakukan.

"Kami menjaga komunikasi dengan seluruh pengurus maupun atlet agar mereka tetap fokus pada proses latihan. Jangan sampai dinamika organisasi mengganggu semangat atlet untuk berprestasi. Justru momentum ini kami jadikan sebagai langkah memperkuat organisasi agar pembinaan berjalan lebih baik," jelasnya.

Selain membenahi struktur kepengurusan, FHI Sulsel juga terus mempersiapkan sejumlah program pembinaan atlet yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan koordinasi dengan pengurus cabang menjadi prioritas agar prestasi hoki Sulawesi Selatan terus meningkat pada berbagai ajang kompetisi.

Menutup keterangannya, Gajahmada Harding mengatakan target terdekat FHI Sulawesi Selatan adalah menyelenggarakan Kejuaraan Hoki Tingkat Provinsi sebagai ajang konsolidasi sekaligus pembinaan atlet dari seluruh daerah. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi wadah menjaring bibit-bibit atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

"Fokus kami sekarang adalah memastikan Kejuaraan Hoki Tingkat Provinsi dapat terlaksana dengan baik. Dari kejuaraan ini kami ingin melihat potensi atlet di seluruh kabupaten dan kota, sekaligus memperkuat pembinaan menuju prestasi yang lebih tinggi. Organisasi yang sehat akan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....