Kerukunan Generasi Muda Diperkuat Melalui Dialog Lintas Agama

  • 28 Jul 2026 10:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kerukunan antarumat beragama dinilai tidak cukup dibangun melalui sikap saling menghormati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui interaksi dan kolaborasi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Generasi muda pun diharapkan menjadi pelopor dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.A., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar dalam program Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar. Menurutnya, meningkatnya interaksi antargenerasi muda lintas agama menjadi salah satu langkah efektif dalam memperkuat kerukunan di masyarakat.

Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.A., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar dalam program Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar, Jumat (24/7/2026).

Arifuddin menjelaskan bahwa perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan merupakan sunatullah yang tidak dapat dihindari. Karena itu, setiap individu perlu menyikapinya dengan saling menghormati, menghargai, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai.

Ia menilai generasi muda perlu memperbanyak ruang dialog dan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan interaksi yang positif, prasangka dapat dikurangi, sementara rasa saling percaya dan persaudaraan dapat semakin tumbuh.

Menurutnya, kerja sama lintas agama dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, aksi kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, maupun kolaborasi antarorganisasi kepemudaan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata membangun kebersamaan tanpa harus mengorbankan keyakinan atau identitas agama masing-masing.

Arifuddin menegaskan bahwa Islam mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, termasuk melalui prinsip lakum dinukum wa liya din dalam urusan akidah. Sementara dalam kehidupan sosial, umat didorong untuk bekerja sama dalam berbagai kebaikan demi mewujudkan kemaslahatan bersama.

Ia menambahkan, semangat hidup berdampingan juga tercermin dalam Piagam Madinah yang disusun Rasulullah SAW sebagai dasar kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai suku dan agama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Menutup dialog, Arifuddin berharap generasi muda mampu menjadi teladan dalam menebarkan toleransi, mempererat persaudaraan, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga dan menjadi modal penting dalam membangun bangsa di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....