Kurikulum Kewirausahaan Dorong Mahasiswa Berani Berwirausaha

  • 21 Sep 2026 21:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Tantangan dunia kerja modern menuntut perubahan pola pikir yang signifikan di kalangan generasi muda dan lulusan perguruan tinggi. Mengandalkan penyerapan kerja formal di perkantoran atau instansi pemerintah dinilai tidak lagi sebanding dengan jumlah ribuan alumni yang lulus setiap tahunnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Dipa (Undipa) Makassar, Dr. Aprizal, S.Kom., S.M.M., mengungkapkan bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam membekali mahasiswa dengan jiwa kemandirian. Oleh karena itu, kurikulum kewirausahaan kini tidak hanya diajarkan di Fakultas Ekonomi, melainkan diselipkan ke berbagai disiplin ilmu termasuk bidang komputer dan humaniora.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Dipa (Undipa) Makassar, Dr. Aprizal, S.Kom., S.M.M. sebagai narasumber di Pro 1 RRI Makassar

“Mahasiswa hari ini jangan hanya berpikir bahwa outcome dari seorang sarjana atau alumni itu 100% dalam pikirannya adalah menjadi seorang ASN. Sebagai bentuk edukasi, mata kuliah kewirausahaan kini dibalut ke dalam berbagai struktur ilmu pengetahuan di perguruan tinggi,” ujar Dr. Aprizal dalam dialog interaktif Ekonomi Digital Pro 1 RRI Makassar, Minggu (20/09/2026)

Ia menambahkan, di kampusnya, setiap mahasiswa diwajibkan memiliki produk atau rancangan bisnis nyata yang ditampilkan saat mereka menyelesaikan studi. Langkah ini diambil agar teori yang didapat di kelas dapat langsung diimplementasikan menjadi sebuah usaha nyata, sehingga para lulusan siap menghadapi persaingan global dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori akademis semata, melainkan memiliki kepekaan terhadap dinamika pasar yang bergerak cepat. Dengan demikian, mentalitas teknopreneur atau wirausahawan mandiri dapat tertanam kuat sejak mereka masih berada di bangku kuliah.

Keberhasilan program ini juga dibuktikan dengan keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi kewirausahaan tingkat nasional, seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (PPMW/PKM). Prestasi tersebut menjadi indikator bahwa mahasiswa Indonesia Timur memiliki daya saing tinggi apabila diberikan pembinaan dan wadah yang tepat.

Sebagai penutup, pihak kampus terus berkomitmen untuk mengawal proses regenerasi pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja. Dukungan moral, fasilitas, serta jejaring kemitraan dengan dunia industri akan terus diperkuat demi mencetak lulusan yang adaptif dan solutif di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....