Generasi Muda Diajak Perkuat Budaya Tabayun di Era Digital
- 28 Jul 2026 11:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan berupa maraknya hoaks, ujaran kebencian, hingga konten manipulatif yang berpotensi memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.A., dalam program Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar,. Menurutnya, generasi muda Islam perlu membiasakan budaya tabayun atau memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Arifuddin menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, teknologi yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk membuat dan menyebarkan informasi palsu, provokasi, serta berbagai konten yang dapat mengganggu kerukunan di tengah masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis karena menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan media digital. Oleh sebab itu, mereka dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi berdasarkan sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan, ajaran Islam sejak dahulu telah mengajarkan pentingnya bersikap teliti terhadap setiap informasi yang diterima. Nilai tabayun menjadi pedoman agar seseorang tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terbukti kebenarannya, sehingga terhindar dari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, Arifuddin mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan perdamaian, dakwah yang santun, serta konten yang mempererat persaudaraan dan toleransi. Menurutnya, media digital seharusnya menjadi ruang untuk membangun keharmonisan, bukan memperuncing perbedaan melalui provokasi maupun ujaran kebencian.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat karakter melalui keimanan, akhlak, dan wawasan kebangsaan. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab serta tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menutup pemaparannya, Arifuddin berharap budaya tabayun terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kerukunan tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap bijak menerima informasi, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....