Stigma Masih Hambat Penyandang Disabilitas untuk Berkarya

  • 28 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Stigma terhadap penyandang disabilitas masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan. Padahal, kemampuan seseorang tidak dapat diukur dari kondisi fisiknya.

Pegiat inklusi disabilitas menilai perubahan cara pandang masyarakat harus terus diperkuat. Dukungan sosial menjadi fondasi penting bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.

Agum Trianto Gunawan mengatakan pengalaman hidupnya mengajarkan arti penting lingkungan yang positif. Ia pernah mengalami masa sulit setelah kecelakaan yang mengubah kondisi fisiknya.

"Lingkungan itu yang paling utama. Dari situlah saya belajar bangkit dan terus percaya diri," ujar Agum Trianto Gunawan, Pegiat Inklusi Disabilitas, Relawan Layanan Pusat Disabilitas, dan Awardee LPDP 2023 saat menjadi narasumber di Pro 1 RRI Makassar, minggu 26 Juli 2026

Menurut Agum, penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan dari masyarakat. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, penghargaan, dan perlakuan yang setara.

Ia berharap perusahaan maupun lembaga membuka peluang kerja sesuai kompetensi penyandang disabilitas. Penyesuaian tugas dinilai lebih penting dibanding membatasi kesempatan bekerja.

"Kita tidak perlu dikasihani. Jangan mendiskriminasi teman-teman penyandang disabilitas karena kami juga ingin berkarya," kata Agum Trianto Gunawan, Pegiat Inklusi Disabilitas, Relawan Layanan Pusat Disabilitas, dan Awardee LPDP 2023.

Agum juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap aksesibilitas di ruang publik. Fasilitas seperti jalur pemandu, ramp, lift, dan toilet aksesibel harus dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Ia optimistis budaya inklusi akan semakin berkembang apabila seluruh pihak terlibat. Pemerintah, dunia pendidikan, perusahaan, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang sama penting dalam mewujudkan Indonesia yang ramah bagi penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....