Generasi Muda Kian Jauh dari Bahasa Makassar, Buku Dwi Bahasa Jadi Solusi
- 25 Jul 2026 17:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menurunnya kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah Makassar dan mengenal aksara lokal Makassar. Hal tersebut dikatakan Gr. Abdul Jalil, S.Pd., M.H., M.M. - RELIMA PERPUSNAS RI Lokus Takalar 2025 dan 2026 dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar edisi Jumat, 24 Juli 2026.
Abdul Jalil menjelaskan bahwa bentuk keprihatinannya terhadap generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah Makassar dan mengenal aksara lokal Makassar membuatnya menulis buku Dwi Bahasa. Menurutnya, buku dwibahasa tidak hanya menjadi media membaca, tetapi juga sarana pelestarian bahasa dan budaya daerah. berbeda dengan pengertian umum yang biasanya memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam karyanya, setiap cerita disajikan dalam tiga bentuk, yakni bahasa Indonesia, bahasa Makassar dengan huruf Latin, serta Aksara Makassar.
"Saya menulis buku yang memuat bahasa Indonesia, bahasa Makassar dalam huruf Latin, dan Aksara Makassar sebagai media pembelajaran sekaligus pelestarian bahasa daerah, penggunaan tiga bentuk bahasa dalam satu buku diharapkan dapat memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari bahasa Makassar sekaligus mengenal aksara tradisional yang mulai jarang digunakan", ujarnya.
Menurutnya, tidak sedikit anak muda yang berasal dari suku Makassar maupun Bugis, tidak mampu lagi berkomunikasi menggunakan bahasa daerahnya. Bahkan, sebagian besar sudah tidak mengenal, apalagi menulis Aksara Makassar. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bukan sepenuhnya menjadi kesalahan generasi muda. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya bahan bacaan yang mengenalkan bahasa dan aksara daerah kepada anak-anak sejak usia dini.
"Literatur yang memberikan edukasi tentang bahasa dan aksara Makassar masih sangat terbatas. Akibatnya, generasi muda semakin jauh dari bahasa dan identitas budayanya sendiri, Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian bahasa daerah, karena minimnya bahan bacaan yang mudah diakses membuat proses pembelajaran dan pewarisan bahasa Makassar kepada generasi penerus semakin berkurang", kata Abdul Jalil.
Padahal, Indonesia merupakan negara yang kaya akan warisan budaya, termasuk beragam aksara tradisional. Khusus bagi masyarakat Bugis dan Makassar, Aksara Makassar merupakan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan patut dibanggakan.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai lembaga, termasuk UNESCO dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, telah memberikan perhatian terhadap kondisi sejumlah bahasa daerah yang jumlah penuturnya terus mengalami penurunan, termasuk bahasa Makassar. Kondisi tersebut mendorongnya untuk berkontribusi melalui dunia literasi.
Atas dasar itu, Ia memilih menulis buku cerita yang mengangkat budaya lokal sebagai isi utama. Setiap cerita tidak hanya disajikan dalam bahasa Indonesia, tetapi juga diterjemahkan ke dalam bahasa Makassar dengan huruf Latin dan dilengkapi Aksara Makassar. Melalui cara tersebut, pembaca dapat memahami isi cerita sekaligus belajar membaca bahasa dan mengenali aksara daerah.
Selain persoalan bahasa, ia juga melihat budaya lokal mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda menganggap pembahasan mengenai budaya daerah sebagai sesuatu yang kuno dan tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
"Anak-anak sekarang lebih mengenal budaya populer dari luar, seperti budaya Korea, musik hip-hop, hingga drama Korea. Sementara budaya lokal yang kita miliki justru semakin jarang dipelajari, padahal kekayaan budaya kita tidak kalah bernilai dan telah diakui dunia”, jelasnya.
Menurutnya, modernisasi bukanlah alasan untuk melupakan budaya sendiri. Justru melalui literasi, budaya lokal dapat diperkenalkan kembali kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Oleh karena itu, ia berharap semakin banyak buku yang mengangkat bahasa daerah dan budaya lokal agar warisan leluhur tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, tutup Abdul Jalil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....