Basarnas Jelaskan Kronologi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa Secara Terbuka

  • 25 Jul 2026 13:34 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, SELAYAR - Basarnas memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai waktu penanganan darurat insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar. Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Koordinator Pos SAR Selayar, Ronaldhi G.K.M., mengatakan laporan pertama mengenai kondisi darurat KM Nurul Salsa diterima pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 11.07 WITA dari keluarga korban bernama Fahri dan Eka. "Laporan yang kami terima menyebutkan KM Nurul Salsa rute Jampea menuju Pelabuhan Benteng mengalami mati mesin di perairan Polassi. Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung menghubungi kapal-kapal besar yang berada di sekitar Pulau Polassi untuk melakukan evakuasi," ujar Ronaldhi, Jumat (24/7/2026).

Selain berkoordinasi dengan kapal yang berada di sekitar lokasi, Pos SAR Selayar juga meminta bantuan nelayan setempat. Langkah itu diambil mengingat jarak menuju lokasi sekitar 45 mil laut, keterbatasan alat utama, serta cuaca buruk yang terjadi saat itu.

Namun, upaya evakuasi pertama belum membuahkan hasil. Pada pukul 15.08 WITA, kapal yang diberangkatkan dari Pulau Polassi tidak dapat mencapai lokasi karena terhalang gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang memburuk.

Sekitar pukul 15.30 WITA, Pos SAR kembali mengupayakan pengerahan KLM Arwin Jaya dari Pelabuhan Jampea. Sayangnya, kapal tersebut kandas sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian.

Basarnas Makassar kemudian meningkatkan upaya penanganan. Pada pukul 16.30 WITA, satu tim Pos SAR Selayar diberangkatkan menuju Pelabuhan Appa Tanah untuk mencari kapal yang mampu melakukan evakuasi sekaligus berkoordinasi dengan Koarmada VI Makassar guna menggerakkan KRI Marlin 877.

"Pada pukul 17.20 WITA kami berhasil mendapatkan kapal GT 118, KLM Harapan Kita, yang kemudian diberangkatkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban," kata Ronaldhi.

Tim Pos SAR Selayar terus memantau proses evakuasi yang dilakukan KLM Harapan Kita hingga malam hari. Hasilnya, sekitar pukul 23.30 WITA sebanyak 45 penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pulau Jampea.

Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, kondisi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan minimnya jarak pandang pada malam hari membuat penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal tidak dapat dilakukan secara maksimal. "Informasi yang kami terima menyebutkan KM Nurul Salsa tenggelam sekitar pukul 17.00 WITA. Sejak laporan pertama masuk pukul 11.07 WITA, seluruh langkah penanganan telah kami lakukan sesuai prosedur dan menyesuaikan kondisi di lapangan," tutup Ronaldhi.

Basarnas menegaskan klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang menyebut laporan baru diterima pada pukul 16.30 WITA. Menurut Basarnas, respons awal telah dilakukan sejak laporan pertama diterima dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang tersedia di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....