Basarnas Siagakan 295 Personel Amankan Pendakian Bawakaraeng

  • 17 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, GOWA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar siaga khusus untuk mengamankan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Siaga khusus yang berlangsung pada 15 hingga 18 Agustus 2026 itu melibatkan 295 personel dari Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya.

Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian guna memantau kondisi pendaki sekaligus memberikan pertolongan apabila terjadi keadaan darurat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan pendakian.

“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.

Pada Senin (17/8) sekitar pukul 06.30 WITA, Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai gangguan kesehatan saat berada di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. Seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.

Kedelapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, mulai hipotermia, asma, kram paha hingga gejala tifus. Sejumlah pendaki kemudian mendapat penanganan medis dan dirujuk ke Puskesmas Tinggimoncong sesuai kondisi masing-masing.

Hingga H-2, tercatat sebanyak 3.273 pendaki telah melakukan registrasi melalui sejumlah jalur. Rinciannya, 223 orang melalui Registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

Arif mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri ketika mengalami gangguan kesehatan. Cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi sejumlah faktor yang harus diperhatikan selama pendakian.

“Kami menghimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dalam siaga khusus tersebut, personel disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Basarnas Makassar juga meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga koordinasi dan komunikasi selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi dinilai penting mengingat tingginya jumlah pendaki serta karakteristik medan Gunung Bawakaraeng yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan,” kata Arif.

Basarnas Makassar memastikan siaga khusus tetap berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik dan siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....