Hadapi Musim Kemarau, Gubernur Sulsel Percepat Pompanisasi

  • 09 Agt 2026 09:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar –Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino. Selain menyiagakan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan pompa air untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan di sejumlah kabupaten. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk lahan pertanian padi yang terdampak kekurangan air.

"Tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan," kata Andi Sudirman, Sabtu 8 Agustus 2026

Menurutnya, penanganan kekeringan dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN) Sulsel juga dilibatkan dalam percepatan penanganan. Daerah terdampak diminta segera melaporkan kondisi lahan agar bantuan dapat diberikan tepat sasaran.

Andi Sudirman meminta laporan dilengkapi lokasi dan dokumentasi kondisi lahan. Informasi sumber air dan potensi lokasi sumur bor juga perlu disertakan. "Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN," ujarnya.

Pemprov Sulsel juga menyiapkan pembangunan sumur bor untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Setiap lokasi akan terlebih dahulu disurvei untuk memastikan ketersediaan sumber air.

"Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki," jelasnya.

Mitigasi dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau. Pemprov Sulsel juga menyiagakan personel dan sumber daya untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut dilakukan di wilayah yang dinilai memiliki risiko kekeringan dan karhutla. Berdasarkan data BPBD Sulsel, lima daerah telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

Daerah tersebut yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Kepulauan Selayar. Pemerintah berharap koordinasi lintas daerah dapat mempercepat penanganan dan menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....