Nilai Hari Asada Dinilai Relevan Hadapi Krisis Moral di Era Modern

  • 25 Jul 2026 07:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Asada dinilai tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, masyarakat diajak memperkuat moralitas, mengendalikan diri, serta mengembangkan kebijaksanaan agar mampu menjalani kehidupan yang harmonis.

Hal tersebut disampaikan Romo Hemajoyo Thio, dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa (21/07/2026). Menurutnya, ajaran yang disampaikan Sang Buddha pada khotbah pertama tetap menjadi pedoman yang relevan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial saat ini.

Hemajoyo menjelaskan, Dhamma mengajarkan pentingnya membangun sīla (moralitas), samādhi (keteguhan dan konsentrasi batin), serta paññā (kebijaksanaan). Ketiga nilai tersebut menjadi landasan bagi setiap orang dalam berpikir, berbicara, dan bertindak secara benar di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, masyarakat saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti meningkatnya tindak kekerasan, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga perilaku yang didorong oleh keserakahan. Karena itu, ajaran Dhamma mengajak setiap individu memulai perubahan dari dirinya sendiri sebelum berupaya mengubah lingkungan di sekitarnya.

Ia menegaskan bahwa seseorang mungkin tidak dapat mengubah dunia secara langsung. Namun, setiap orang dapat memberikan kontribusi melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan yang baik sehingga tidak menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Romo Hemajoyo Thio, dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa (21/07/2026) yand dipandu Ferdy Gosaly.

Selain itu, Hemajoyo menyampaikan bahwa peringatan Hari Asada tahun ini akan diisi dengan kegiatan pembacaan sutta selama beberapa hari. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengingat kembali ajaran Sang Buddha, memperdalam pemahaman Dhamma, serta menumbuhkan semangat umat dalam mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa makna Hari Asada tidak berhenti pada pelaksanaan ritual keagamaan semata. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum bagi umat Buddha untuk terus memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Dhamma melalui sikap saling menghormati, menebarkan kasih sayang, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Menutup pemaparannya, Hemajoyo berharap peringatan Hari Asada mampu menginspirasi umat Buddha untuk terus meningkatkan kualitas moral, keteguhan batin, dan kebijaksanaan. Dengan demikian, nilai-nilai Dhamma dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan membawa manfaat bagi sesama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....