Kemenag Sulsel Buka Jalan Siswa Madrasah ke Pendidikan Internasional

  • 24 Jul 2026 06:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Madrasah di Sulawesi Selatan terus didorong untuk tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik dan karakter keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia yang semakin terbuka. Salah satu langkah strategis yang kini mendapat perhatian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan adalah memperkuat pembelajaran Bahasa Jepang di tingkat Madrasah Aliyah.

Penguasaan Bahasa Jepang dinilai tidak sekadar menjadi tambahan keterampilan bagi peserta didik. Lebih dari itu, kemampuan bahasa asing dapat menjadi pintu masuk bagi siswa madrasah untuk mengenal budaya dunia, memperluas wawasan, membangun jejaring lintas negara, hingga membuka peluang pendidikan dan kolaborasi internasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Bahasa Jepang di Sulawesi Selatan yang diselenggarakan The Japan Foundation Jakarta di Hotel Mercure Nexa Pettarani Makassar, Kamis 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi madrasah untuk mengenal lebih jauh berbagai program pengembangan pembelajaran Bahasa Jepang, sekaligus melihat peluang kerja sama yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Nihongo Partners Program. Program ini menghadirkan penutur asli Bahasa Jepang ke sekolah dan madrasah untuk mendampingi guru dalam proses pembelajaran sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Jepang secara langsung kepada peserta didik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menilai penguasaan bahasa asing merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dan persaingan global.

Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

“Madrasah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan berkarakter. Kita juga harus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengenal dunia, membangun jejaring, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Ali Yafid.

Ali Yafid menambahkan, pembelajaran Bahasa Jepang dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan peserta didik, baik dalam bidang pendidikan maupun kerja sama internasional. Kehadiran program seperti Nihongo Partners juga dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam.

"Peserta didik tidak hanya mempelajari bahasa dari sisi teori, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan penutur asli serta memahami budaya masyarakat Jepang," kata Ali Yafid.

Bagi Kementerian Agama, penguatan bahasa asing menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan madrasah agar semakin adaptif terhadap perubahan global. Namun, keterbukaan terhadap dunia internasional tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Ke depan, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan akan terus mendorong Madrasah Aliyah yang telah memiliki pembelajaran Bahasa Jepang untuk memanfaatkan berbagai peluang program dan kolaborasi internasional sesuai dengan kesiapan masing-masing.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan madrasah sebagai ruang pendidikan yang mampu menghubungkan potensi generasi muda Sulawesi Selatan dengan peluang dunia global.

Dengan penguasaan bahasa asing, wawasan internasional, dan karakter yang kuat, lulusan madrasah diharapkan mampu melangkah lebih jauh, bersaing di tingkat global, sekaligus tetap kokoh memegang jati diri dan nilai-nilai keislaman.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....