Hari Asada Jadi Momentum Mengamalkan Nilai-Nilai Dhamma
- 25 Jul 2026 07:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Hari Asada menjadi salah satu hari suci penting bagi umat Buddha yang tidak hanya mengenang peristiwa bersejarah dalam perkembangan agama Buddha, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus mengamalkan ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan ini, umat diajak memperkuat keyakinan, meningkatkan kebijaksanaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Hal tersebut disampaikan Romo Hemajoyo Thio, dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa (21/07/2026). Menurutnya, Hari Asada memperingati peristiwa ketika Sang Buddha membabarkan khotbah pertama setelah mencapai pencerahan kepada lima pertapa atau Pancavaggiya Bhikkhu di Taman Rusa Isipatana.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah agama Buddha karena menandai dimulainya penyebaran ajaran Dhamma sekaligus lahirnya Sangha sebagai komunitas para bhikkhu yang bertugas melestarikan dan menyebarluaskan ajaran Buddha.
Menurut Hemajoyo, khotbah pertama Sang Buddha berisi ajaran tentang Empat Kebenaran Mulia, yaitu hakikat penderitaan (dukkha), penyebab penderitaan (samudaya), lenyapnya penderitaan (nirodha), serta Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga) sebagai jalan menuju terbebas dari penderitaan.
Ia mengatakan makna Hari Asada tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ritual keagamaan. Yang lebih utama adalah bagaimana umat mampu mengimplementasikan ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku yang bermoral, menjaga ucapan, mengendalikan pikiran, serta mengembangkan kebijaksanaan dalam setiap tindakan.

Lebih lanjut, Hemajoyo mengajak umat Buddha menjadikan Hari Asada sebagai momentum untuk memperbarui tekad dalam mengurangi keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin. Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik harus dimulai dari diri sendiri agar dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menambahkan bahwa Dhamma merupakan ajaran kebenaran yang bersifat universal dan relevan diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan mengamalkan nilai-nilai Dhamma, seseorang akan lebih mampu hidup penuh kasih sayang, toleransi, dan tanggung jawab terhadap sesama makhluk.
Menutup pemaparannya, Hemajoyo berharap peringatan Hari Asada tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana introspeksi bagi umat Buddha untuk terus meningkatkan kualitas moral, spiritual, dan kebijaksanaan sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, dan membawa manfaat bagi semua makhluk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....