Ustaz Muhammad Fuad Paparkan Tiga Kunci Meraih Hidup Bahagia
- 24 Jul 2026 15:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR — LPP RRI Makassar kembali menyiarkan secara langsung siaran Ibadah Salat Jumat pada Jumat, 24 Juli 2026. Siaran keagamaan ini dapat didengarkan oleh masyarakat luas melalui frekuensi Pro 1 FM 94.4 MHz serta Pro 4 FM 92.50 MHz. Menghadirkan penceramah Ustaz Muhammad Fuad, Lc., pelaksanaan ibadah Jumat kali ini mengusung tema "Kenyataan Hidup dan Cara Hidup Bahagia".
Dalam pembukaan khutbahnya, Ustaz Muhammad Fuad menyampaikan bahwa merupakan hal yang sangat wajar bagi setiap manusia untuk menginginkan umur yang panjang. Keinginan tersebut bahkan bernilai pahala dan dapat mengantarkan seseorang menjadi manusia terbaik, selama umur panjang yang dianugerahkan Allah SWT dimanfaatkan untuk senantiasa mengumpulkan amalan kebaikan.

Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Bakrah RA, Ustaz Muhammad Fuad menegaskan kriteria manusia terbaik di mata Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa niat mulia untuk berbuat baik saja sudah dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT, terlebih lagi jika niat tersebut diaplikasikan secara nyata dalam tindakan sehari-hari.
"Rasulullah SAW menjawab, 'Man thola 'umrohu wa hasuna 'amaluhu', yaitu siapa yang panjang umurnya dan bagus amal perbuatannya. Jadi, mendapatkan umur yang panjang akan mengantarkan seseorang menjadi orang yang terbaik dengan syarat dia gunakan umur yang panjang tersebut di dalam kebaikan," ujar Ustaz Muhammad Fuad dalam khutbahnya.
Selanjutnya, beliau memaparkan kenyataan hidup kedua yang harus disadari oleh setiap umat Islam, yakni bahwasanya setiap manusia pasti diuji dengan berbagai permasalahan hidup. Mengacu pada Al-Qur'an, dunia diposisikan sebagai tempat ujian. Oleh karena itu, selama kaki belum melangkah masuk ke dalam gerbang surga, tidak ada satu pun manusia yang akan terbebas dari masalah.
Ustaz Muhammad Fuad juga mengingatkan agar jamaah tidak menggantungkan solusi atas permasalahan hidupnya kepada sesama manusia, apalagi hingga mengeluhkannya di media sosial. Beliau menegaskan, bergantung pada manusia hanya akan menambah beban orang lain dan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi.
"Siapa yang terkena kesulitan lantas ketergantungan hatinya dan harapannya mendapatkan solusi kepada sesama manusia, kata Rasulullah SAW, tidak akan tertutupi kesulitannya itu dan tidak akan selesai permasalahannya. Satu-satunya solusi adalah mengadu dan bergantung hanya kepada Allah SWT," tegasnya.
Memasuki inti ajaran tentang cara meraih kebahagiaan, beliau merangkum tiga kunci utama kehidupan bahagia. Kunci pertama adalah hidup tulus lillahi ta'ala, sebagaimana yang diikrarkan dalam doa iftitah. Ketulusan dan keikhlasan inilah satu-satunya perisai ampuh yang mampu membentengi manusia dari godaan iblis serta mampu mengendalikan hawa nafsu yang tidak pernah merasa puas.
Kunci kebahagiaan yang kedua adalah dengan menjadikan seluruh nikmat dunia baik berupa harta maupun jabatan hanya sebagai kendaraan untuk menggapai kenikmatan yang abadi di akhirat kelak. Beliau mengimbau jamaah untuk mempergunakan potensi yang dimiliki saat ini guna membantu agama Allah serta menyantuni masyarakat yang lemah, tanpa harus menunggu masa pensiun atau kehilangan nikmat tersebut.
Sebagai penutup, beliau berpesan agar umat Islam senantiasa memfokuskan cita-cita dan tujuannya pada kehidupan akhirat. Dengan memprioritaskan akhirat, Allah SWT berjanji akan mencukupi segala urusan dan kebutuhan duniawi manusia, sehingga hidup yang dijalani menjadi lebih tenang, tenteram, dan penuh kebahagiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....