BNN Gencarkan Program IKAN untuk Bentengi Generasi Muda

  • 22 Jul 2026 20:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar melalui program nasional bernama Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN). Program ini mengintegrasikan materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Penyuluh Narkotika Ahli Muda, Anggita Ariati, dalam program SANKSI Pro 1 RRI Makassar pada Rabu, 22 Juli 2026 mengungkapkan bahwa program IKAN dirancang agar para pelajar memiliki pemahaman utuh sejak dini. Dikatakan, Integrasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke dalam kurikulum pembelajaran agar di setiap sekolah ada materi atau pembelajaran terkait bagaimana mencegah narkoba.

“Kita integrasikan P4GN itu ke dalam kurikulum pembelajaran sehingga di setiap sekolah ada materi atau pembelajaran terkait bagaimana mencegah narkoba, bagaimana ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan bagaimana caranya untuk menjaga diri kita. Termasuk bagaimana masyarakat kita lebih fokus ke anak-anak usia remaja,” jelas Anggi – sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sebelum adanya IKAN, materi mengenai bahaya narkotika sudah pernah diajarkan di sekolah namun sifatnya masih terfragmentasi. Di tingkat SMP materi tersebut masuk ke dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sedangkan di tingkat SMA terdapat pada mata pelajaran Penjaskes dan PPKN.

Meskipun demikian, materi-materi tersebut sebelumnya hanya disampaikan secara sporadis dan parsial tanpa ada kesatuan konsep. Melalui program IKAN, seluruh materi pencegahan narkoba disatukan dalam satu suara guna mengoptimalkan komunikasi edukasi kepada para pelajar.

Anggi mengungkapkan penerapan kurikulum ini dapat disesuaikan oleh masing-masing daerah melalui mata pelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Kabupaten Maros, misalnya, memilih untuk mengintegrasikan materi anti narkotika ini ke dalam mata pelajaran IPA bagi siswa tingkat SMP.

Urgensi dari masifnya penerapan program IKAN ini dilatarbelakangi oleh pergeseran tren sasaran peredaran narkotika saat ini. Para bandar narkoba kini semakin menyasar anak-anak usia sekolah dan remaja dengan modus operandi yang kian bervariasi.

Oleh karena itu, BNN berharap dunia pendidikan dapat berperan aktif menyukseskan program ini demi menyelamatkan masa depan bangsa. Kolaborasi yang kuat antara BNN dan dinas pendidikan di berbagai daerah menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kurikulum anti narkotika tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....