Plt Dirut PDAM Makassar Paparkan Strategi Atasi Krisis Air

  • 22 Jul 2026 07:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, memaparkan berbagai strategi yang ditempuh untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memperluas pemerataan distribusi hingga wilayah utara dan timur Kota Makassar. Berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil dengan kembali mengalirnya pasokan air di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami gangguan.

Hal itu disampaikan Andi Syahrum saat menjadi narasumber dalam Dialog Luar Studio RRI Makassar bertema "Menanti Akhir Krisis Air Bersih Warga Ujung Tanah Makassar" di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa, 21 Juli 2026. Dialog turut menghadirkan Camat Ujung Tanah Andi Unru, pengamat kebijakan publik Muhammad Kafrawi Saenong, pemerintah setempat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga. Acara dipandu penyiar RRI Makassar, Fitriyani Rachman.

Dalam pemaparannya, Andi Syahrum mengungkapkan bahwa tantangan pertama yang dihadapi setelah dipercaya memimpin PDAM adalah krisis distribusi air bersih di sejumlah wilayah, khususnya kawasan utara Kota Makassar.

"Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar," ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dijelaskan dengan alasan menurunnya debit air baku, melainkan harus diselesaikan melalui langkah-langkah konkret. Karena itu, ia melakukan penelusuran langsung terhadap saluran air baku dari Lekopancing menuju Panaikang.

Dari hasil peninjauan ditemukan pendangkalan saluran hingga sekitar tiga meter di sejumlah titik. Berdasarkan informasi warga, saluran tersebut belum pernah dikeruk sejak 1979. Temuan itu menjadi dasar PDAM melakukan normalisasi saluran air baku yang kini telah berlangsung selama tiga pekan.

"Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat," katanya.

Selain normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki Pompa Intake Manggala yang mengalami kerusakan sejak Oktober 2025, termasuk membenahi sistem kelistrikan penunjang operasional. Pompa tersebut berfungsi mengambil air baku dari Sungai Moncongloe untuk meningkatkan kapasitas produksi di dua instalasi pengolahan air milik PDAM Makassar.

Andi Syahrum menjelaskan, langkah berikutnya adalah memperkuat jaringan distribusi melalui penyambungan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo agar suplai air ke wilayah utara semakin optimal. PDAM juga terus memaksimalkan pemanfaatan Sungai Moncongloe sebagai sumber air baku.

"Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik," ujarnya.

Ia juga meluruskan informasi yang menyebut cadangan air PDAM hanya mampu bertahan selama 30 hari. Menurutnya, sumber air baku PDAM berasal dari sungai yang terus dipantau setiap hari sehingga tidak dapat disamakan dengan cadangan air dalam tangki.

Menghadapi potensi musim kemarau berkepanjangan, PDAM Makassar telah menyiapkan 14 unit mobil tangki untuk melayani pelanggan yang mengalami gangguan distribusi. Armada tersebut diperkuat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta mobil pemadam kebakaran apabila diperlukan.

"Kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial. Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada," kata Andi Syahrum.

Ia menegaskan pemantauan debit air baku dilakukan secara berkelanjutan setiap hari. Sementara pengerukan saluran terus dilanjutkan hingga kedalaman sekitar dua meter dengan panjang pekerjaan mencapai kurang lebih 15 kilometer menuju kawasan Manggala.

Sementara itu, Camat Ujung Tanah Andi Unru mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan PDAM Makassar dalam meningkatkan pelayanan air bersih. Menurutnya, berbagai upaya di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama Andi Syahrum mulai memberikan dampak positif terhadap pelayanan di wilayah yang sebelumnya kerap mengalami gangguan distribusi.

"Alhamdulillah, langkah-langkah yang dilakukan Pak Dirut sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kendala distribusi kini pelayanannya semakin baik. Harapan kami kondisi ini terus dipertahankan. Kalau nanti ada gangguan lagi, kami akan segera berkoordinasi dan melaporkannya ke PDAM. Kami juga berharap masyarakat ikut mendukung seluruh program penyediaan air bersih agar pelayanan bisa semakin optimal," ujar Andi Unru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....