Musim Kemarau Panjang, Makassar Siaga Hadapi Lonjakan Kasus Kebakaran

  • 11 Agt 2026 18:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Makassar mencatat lonjakan kasus kebakaran yang signifikan seiring berkepanjangannya musim kemarau. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Makassar dalam Program Kentongan Pro 1 RRI Makassar pada Selasa, 11 Agustus 2026, Fadli Wellang mengungkapkan data sejak Januari 2026, telah tercatat sebanyak 177 kasus kebakaran.

Kondisi cuaca yang sangat terik menyebabkan vegetasi serta bahan bangunan rumah semi-permanen menjadi amat kering dan sangat mudah tersulut. Pemicu kecil seperti korsleting listrik, kebocoran tabung gas, hingga penggunaan obat nyamuk dapat secara instan menyulut api besar. Selain itu, fenomena musim kemarau juga menggeser tren penyebab kebakaran di mana kasus kebakaran sampah dan lahan alang-alang meningkat drastis.

“Ketika kita memasuki musim kering seperti ini, memang kasus kebakaran itu semakin meningkat, kebakaran sampah dan alang-alang. Dan ini juga tidak bisa kita anggap enteng karena ada beberapa kasus yang kebakaran ini yang disebabkan karena terbakarnya sampah ya,” jelas Fadli.

Di sisi lain, petugas Damkar di lapangan juga dihadapkan pada hambatan geografis dan sosial saat menembus lokasi bencana. Wilayah padat penduduk yang berada di kawasan utara, selatan, dan timur kota umumnya memiliki akses jalan yang sempit serta dipadati warga yang menonton kejadian. Hal tersebut kerap memperlambat waktu tanggap (response time) armada pemadam untuk segera sampai di titik lokasi.

Fadli mengakui, tantangan operasional kini kian kompleks lantaran minimnya pasokan air akibat kekeringan yang melanda sejumlah sumber air baku, termasuk Sungai Lekopancing. Untuk mengantisipasi kelangkaan air PDAM, petugas memanfaatkan kantong-kantong air alternatif seperti anak Sungai Tallo serta danau buatan di sekitar kawasan pergudangan. Langkah taktis ini diambil agar proses pemadaman tidak terhenti di tengah jalan.

Guna menjangkau wilayah pemukiman secara optimal, Damkar Makassar menyiagakan personel dan armada di tujuh posko operasional. Selain markas komando utama di Jalan Dr. Ratulangi, terdapat enam posko wilayah yang masing-masing dilengkapi 4 hingga 5 unit armada pemadam serta tim rescue.

Fadli menekankankepada seluruh personel untuk selalu mengedepankan standar keselamatan kerja (safety) dan penggunaan APD lengkap saat bertugas. Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, masyarakat diimbau untuk selalu bijak dalam menggunakan energi listrik dan menghindari praktik pembakaran sampah secara liar.

Warga diharapkan tidak menumpuk colokan listrik pada satu stop kontak serta mengganti kabel yang sudah usang demi meminimalisir risiko arus pendek. Apabila menemukan titik api atau keadaan darurat, warga Kota Makassar dapat segera menghubungi call center Pemerintah Kota di 112 atau saluran siaga Damkar di nomor 0811 410 113.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....