Potensi Tuna hingga Tilapia Sulsel Siap Dikembangkan lewat Hilirisasi
- 20 Jul 2026 18:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Potensi ekonomi biru di Sulawesi Selatan dinilai belum dikelola secara maksimal. Sektor kelautan disebut baru sebatas pembekuan ikan, belum menyentuh pengolahan bernilai tambah tinggi.
Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Nurfan Fatriah, S.STP., M.Adm.Pem, menjelaskan Sulsel merupakan penghasil tuna, cakalang, dan tongkol tertinggi di Indonesia. Namun potensi tersebut belum diolah menjadi produk turunan.
"Kita masih hanya pada industri pembekuannya saja, jadi kita harus mengeksplore lagi lebih dalam," kata Nurfan Fatriah dalam program Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Minggu 19 Juli 2026.
Ia mencontohkan potensi pengolahan gelatin dan kolagen dari ikan nila atau tilapia. Danau Matano dan Danau Tempe disebut memiliki potensi budi daya yang belum tergarap.
Pengolahan produk turunan tersebut membutuhkan teknologi tinggi yang belum dimiliki daerah. Kolaborasi dengan investor asing dinilai perlu untuk transfer pengetahuan dan teknologi.
"Itu yang diharapkan salah satu nilai positif jika ada investasi asing yang masuk ke kita, karena ada transfer pengetahuan di sana," ungkapnya.
Selain sektor kelautan, potensi energi angin lepas pantai juga mulai dilirik sebagai bagian ekonomi biru. Pembangkit listrik tenaga bayu di Jeneponto dan Sidrap disebut masih terbatas di daratan.
Nurfan menekankan pengembangan energi terbarukan harus memperhatikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia mengingatkan agar wilayah yang digunakan investor turut memberi manfaat bagi daerah, bukan hanya bagi investor.
Pemerintah provinsi menyusun dokumen rencana umum kebijakan penanaman modal untuk mengarahkan pengembangan sektor kelautan secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan akademisi Universitas Hasanuddin turut dilibatkan dalam penyusunan dokumen tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....