Annamaya Samanah Mengajarkan Bijak Memilih dan Menghargai Makanan
- 19 Jul 2026 07:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menghargai makanan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai spiritual dalam ajaran Hindu. Sikap bersyukur atas setiap makanan yang diterima diyakini mampu menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih sehat, bijaksana, serta menghindari perilaku menyia-nyiakan rezeki yang telah dianugerahkan Tuhan.
Pesan tersebut disampaikan I Ketut Mudrat, S.Ag., Penyuluh Agama Hindu Provinsi Sulawesi Selatan, dalam program Mimbar Agama Hindu Dharma RRI Pro 1 Makassar (18/07/2026) yang mengangkat tema Annamaya Samanah: Menghormati Makanan. Melalui pembahasan tersebut, umat Hindu diajak memahami bahwa makanan bukan sekadar pemenuh kebutuhan jasmani, tetapi juga merupakan anugerah Tuhan yang patut dihormati, disyukuri, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

I Ketut Mudrat, mengajak umat Hindu untuk lebih bijaksana dalam memilih makanan serta menghindari sikap menyia-nyiakan makanan sebagai bentuk pengamalan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Bhagawad Gita membagi makanan menjadi tiga golongan, yaitu satwika, rajasika, dan tamasika. Makanan satwika merupakan makanan yang segar, bersih, bergizi, serta mampu menjaga kesehatan tubuh dan kejernihan pikiran. Sementara itu, makanan rajasika yang terlalu pedas, asam, asin, atau berlebihan dapat membangkitkan hawa nafsu dan berdampak kurang baik bagi kesehatan. Adapun makanan tamasika, seperti makanan basi atau tidak layak konsumsi, dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun kondisi mental.
Menurut I Ketut Mudrat, umat Hindu dianjurkan mengutamakan makanan satwika karena mampu memberikan kekuatan, kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin. Sebaliknya, makanan yang berlebihan atau tidak layak dikonsumsi dapat memengaruhi pikiran, perilaku, hingga kualitas kehidupan seseorang.
Selain memilih makanan yang baik, umat Hindu juga diajak membiasakan diri mengawali makan dengan doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam tradisi Hindu, makanan dianjurkan dipersembahkan terlebih dahulu melalui yadnya sebelum dikonsumsi sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan.
I Ketut Mudrat juga mengingatkan agar tidak mengambil makanan secara berlebihan, tidak menghina makanan, serta menghindari membuang makanan yang masih layak dikonsumsi. Menurutnya, setiap butir makanan memiliki nilai kehidupan sehingga harus dihargai. Ia juga menekankan pentingnya memperoleh makanan melalui cara yang jujur dan benar karena rezeki yang diperoleh dengan jalan yang baik diyakini akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup.
Melalui pemahaman tersebut, umat Hindu diharapkan dapat membangun kebiasaan menghormati makanan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan sekaligus menjaga kesehatan jasmani, ketenangan batin, serta keharmonisan hidup sesuai nilai-nilai Dharma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....