Ma'balik Gandang, Tradisi Penanda Berakhirnya Masa Duka di Tana Luwu

  • 24 Jul 2026 10:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Luwu - Tradisi ma'balik gandang kembali menjadi simbol kuat pelestarian budaya masyarakat Tana Luwu. Prosesi adat yang menandai berakhirnya masa duka dan kembalinya kehidupan menuju suasana kebersamaan itu digelar oleh keluarga Limbong Lisa'na Bolong di Kelurahan Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kamis, 23 Juli 2026.

Prosesi tersebut dihadiri Bupati Luwu, H. Patahudding, bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu. Kehadiran keduanya dilakukan usai kunjungan kerja di Kecamatan Lamasi Timur dan menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga almarhum Bura sekaligus dukungan terhadap pelestarian tradisi adat yang masih dijaga masyarakat Luwu.

Ma'balik gandang merupakan salah satu tradisi yang memiliki makna mendalam dalam budaya Tana Luwu. Prosesi ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian masa berkabung, tetapi juga melambangkan kembalinya semangat hidup, kebersamaan, dan harapan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Luwu, kami menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Almarhum Bura. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar H. Patahudding.

Menurut Bupati, tradisi ma'balik gandang tidak sekadar menjadi bagian dari ritual adat, tetapi juga mengandung pesan sosial yang mengajarkan masyarakat untuk bangkit setelah melewati masa duka. Nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya menjadi warisan budaya yang patut dipertahankan di tengah perubahan zaman.

"Ma'balik gandang merupakan tradisi yang sarat makna. Dari suasana duka, kita kembali kepada semangat kebersamaan dan kehidupan. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus kita lestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Tana Luwu," tuturnya.

Bupati juga menilai pelestarian tradisi lokal memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah. Menurutnya, budaya yang diwariskan para leluhur bukan hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga menjadi perekat hubungan sosial antarmasyarakat dan penguat jati diri generasi muda.

Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum, serta warga setempat. Selain menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen masyarakat untuk terus menjaga tradisi adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Tana Luwu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....