Sea-to-Table, Cara Baru Produk Laut Pulau Tembus Pasar Digital
- 09 Jul 2026 14:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Potensi hasil laut di pulau-pulau kecil Indonesia sebenarnya sangat besar, tetapi belum seluruhnya mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi Sea-to-Table, sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha pesisir memasarkan produk olahan laut secara lebih efektif di era ekonomi digital.
Program Sea-to-Table lahir dari hasil pendampingan tim Unhas di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Di kawasan wisata tersebut, Kelompok Mentari yang beranggotakan sepuluh perempuan telah lama mengolah hasil tangkapan laut menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, namun masih menghadapi keterbatasan akses pasar, literasi digital, dan pengelolaan usaha.
Ketua Tim Pengabdian Unhas, Prof. Dr. Seniwati, S.Sos., M.Hum., menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha bukan terletak pada kualitas produk. Menurutnya, tantangan terbesar justru muncul ketika produk lokal harus bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital.
"Kami melihat persoalan utama bukan pada kualitas produknya, tetapi pada keterbatasan akses pasar. Karena itu, Sea-to-Table kami rancang sebagai upaya pemberdayaan yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal," ujar Prof. Seniwati, Kamis, 9 Juli 2026.
Melalui konsep Sea-to-Table, Unhas tidak hanya menghadirkan media pemasaran digital, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan pelaku UMKM, potensi sumber daya laut, dan kebutuhan konsumen dalam satu rantai usaha yang saling mendukung. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi produk olahan laut khas Pulau Barrang Caddi agar memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Sebelum memanfaatkan platform digital, anggota Kelompok Mentari terlebih dahulu mengikuti berbagai pelatihan pengembangan usaha. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran, penentuan harga, penguatan merek, teknik pengemasan produk, peningkatan kualitas olahan hasil laut, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tim pengabdian Unhas juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung produksi, seperti freezer, wajan produksi, timbangan digital, dan timbangan manual. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kualitas bahan baku, sekaligus memperbesar kapasitas produksi kelompok usaha perempuan di kawasan kepulauan.
Prof. Seniwati menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memanfaatkannya secara berkelanjutan. "Yang ingin kami bangun adalah kemandirian masyarakat. Ketika perempuan memiliki keterampilan mengelola usaha, memahami kebutuhan pasar, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang, maka manfaat program akan terus dirasakan meskipun kegiatan pengabdian telah selesai," jelasnya.
Hasil evaluasi menunjukkan program Sea-to-Table berhasil meningkatkan kemampuan anggota Kelompok Mentari dalam mengolah produk hasil laut, memperbaiki kemasan, menyusun strategi pemasaran, hingga memanfaatkan media digital sebagai alat promosi. Program ini juga memperkuat semangat kewirausahaan perempuan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga nelayan di Pulau Barrang Caddi.
Meski demikian, tim pengabdian masih mencatat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama keterbatasan jaringan internet dan perlunya pendampingan berkelanjutan dalam pemasaran digital. Program yang didukung melalui pendanaan Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sederhana seperti Sea-to-Table mampu menghadirkan solusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir jika didukung kolaborasi, teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....