Aksi Literasi HIV bagi Remaja Perempuan melalui Media Leaflet
- 03 Jul 2026 20:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Posko Kelurahan Bila melaksanakan aksi edukasi kesehatan bertajuk “Literasi HIV untuk Remaja melalui Media Leaflet” pada Kamis (2/7/2026) di rumah Kepala Lurah Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja, khususnya terkait HIV, pencegahan penularan, serta pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Dalam pelaksanaan aksi ini, mahasiswa mengoptimalkan peran aset individu di masyarakat, yakni Ketua RT sekaligus kader kesehatan, Hj Musdiana, sebagai pemateri utama. Pelibatan tokoh masyarakat ini menjadi strategi penguatan modal sosial dalam mendukung penyebarluasan informasi kesehatan yang lebih dekat, relevan, dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 11 remaja perempuan dengan rentang usia 16–19 tahun. Kelompok remaja dipilih sebagai sasaran utama karena berada pada fase perkembangan penting dalam pembentukan pola pikir, perilaku sehat, serta pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi dan kehidupan sosial.
Dalam penyampaian materi, Hj Musdiana menjelaskan bahwa HIV masih menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Ia menekankan bahwa HIV bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan pemahaman, kepedulian, dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
“Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali pengetahuan yang benar agar mampu menjaga diri dan menjadi penyambung informasi kesehatan di lingkungannya. HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, serta AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) sebagai tahap lanjut dari infeksi HIV ketika daya tahan tubuh sudah sangat lemah.Para peserta perlu diberikan pemahaman mengenai perbedaan mendasar antara HIV dan AIDS, jalur penularan HIV, serta pentingnya pengobatan antiretroviral (ARV) yang memungkinkan ODHIV tetap hidup sehat dan produktif. Selain itu, peserta juga dibekali informasi mengenai jalur penularan HIV,” jelas Hj.Musdiana.
Dalam sesi diskusi dan refleksi akhir kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta menyatakan komitmen untuk menyebarluaskan kembali informasi dan materi yang telah mereka terima kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari keberlanjutan aksi ini, mengingat remaja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran kolektif mengenai HIV. Selain berkomitmen untuk meneruskan informasi, para remaja juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan perilaku hidup sehat, membangun pergaulan yang positif, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli, inklusif, dan bebas stigma terhadap ODHIV.
Melalui aksi ini, mahasiswa PBL III FKM Unhas berharap terbentuknya kelompok remaja yang tidak hanya memahami isu HIV secara benar, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam penyebaran informasi kesehatan yang valid serta penggerak perubahan sosial di masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen mahasiswa PBL III FKM Unhas dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat melalui penguatan literasi kesehatan berbasis pemberdayaan aset lokal, sehingga pesan kesehatan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....