Tujuh Remaja Konvoi Pembawa Busur Jalani Pembinaan Bersama Orang Tua
- 21 Jul 2026 16:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - RRI.CO.ID,Makassar - Tujuh remaja yang diamankan aparat kepolisian setelah terlibat konvoi yang memicu kecelakaan beruntun di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Minggu, 19 Juli lalu menjalani pembinaan selama dua hari di Polsek Mariso. Setelah proses pembinaan selesai, ketujuh remaja tersebut dipertemukan dengan orang tua mereka sebagai bagian dari upaya pencegahan kenakalan remaja.
Rombongan remaja berkonvoi tersebut berangkat dari kawasan Pantai Biru, Kecamatan Tamalate, dengan tujuan menuju kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Namun, saat melintas di depan Mall Phipo, sebagian rombongan diduga memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan kecelakaan beruntun pengendara lain yang hendak berputar arah.
Dalam insiden tersebut, petugas keamanan Mall Pipo mengamankan barang bukti milik para remaja setelah diamankan, berupa tiga anak panah jenis busur berjambul dengan tali rafia berwarna biru serta dua ketapel pelontar busur yang ditemukan di lokasi kejadian. Benda senjata tajam milik para remaja diamankan oleh juru parkir Pipo diserahkan kepada petugas kepolisian yang sedang melakukan pengamanan di kawasan Mall Phipo.
Selanjutnya, ketujuh remaja beserta barang bukti anak oanah milik mereka dibawa ke Mapolsek Mariso untuk menjalani pemeriksaan. Aparat Polsek Maroso melakukan pemeriksaan terhadap ke tujuh orang remaja yang memicu kecelakaan beruntung dan kepemilikan senjata tajam anak panah busur.
Setelah menjalani pembinaan di Polsek Mariso atas tindakannya mengganggu ketertiban umum dan berpotensi mengganggu dan melakukan tindak pidana, ketujuh orang remaja dipertemukan orang tuannya oleh pihak Polsek Mariso, dipimpin Kapolsek Mariso Kompol Aris Sumarsono di Markas Polsek Mariso, Selasa 21 Juli 2026.
Kompol Aris Sumarsono menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah anak-anak terlibat kelompok remaja yang mengarah pada aksi geng motor maupun tawuran yang dipicu melalui media sosial yang digunakan mereka sebagai sarana pergaulan dan melakukan rooting di Kota Makassar.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan aktivitas mereka di luar rumah. Jangan sampai mereka terlibat ajakan perang kelompok, penyalahgunaan media sosial, maupun aksi balas dendam yang justru merugikan masa depan mereka,"kata Kompol Aris Sumarsono.
Kompol Aris menghimbau agar orang tua lebih selektif memberikan izin kepada anak untuk keluar rumah pada malam hari serta tidak ragu memantau aktivitas pergaulan, termasuk penggunaan telepon genggam, guna mencegah adanya komunikasi yang mengarah pada aksi geng motor atau tindak kriminal lainnya.
Kompol Aris Sumarsono mengatakan pihaknya dan jajarannya, mengelar pertemuan dengan orang ketujuh anak yang diamankan bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa pengawasan keluarga merupakan faktor penting dalam mencegah kenakalan remaja. Polisi juga mengingatkan agar para remaja tidak melakukan aksi balas dendam yang berpotensi memicu konflik lanjutan.
" Kami berharap pertemuan bersama para orang tua dapat menjadi langkah preventif agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus terciptanya situasi yang aman dan kondusif melalui peran aktif keluarga dalam mengawasi tumbuh kembang anak," kata Kompol Aris Sumarsono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....