Fenomena Penurunan Daftar Ulang Mahasiswa Berprestasi Dipicu Faktor Biaya

  • 30 Jun 2026 18:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID Makassar – Fenomena penurunan jumlah calon mahasiswa baru yang melakukan pendaftaran ulang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab utama peserta yang telah dinyatakan lulus memilih tidak melanjutkan proses registrasi.

Akademisi, Adi Sumandiar pada Selasa, 30 Juni 2026 mengatakan terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan calon mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang. "Pertama adalah kendala finansial, terutama biaya kuliah. Banyak calon mahasiswa mengurungkan niat mendaftar ulang setelah mengetahui mereka tidak memenuhi syarat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sehingga harus menanggung biaya pendidikan secara mandiri," ujarnya.

Selain biaya kuliah, faktor logistik juga menjadi pertimbangan. Menurutnya, biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan hidup bagi mahasiswa yang berasal dari daerah jauh dinilai cukup tinggi sehingga sebagian memilih melepas kesempatan kuliah.

Faktor berikutnya adalah ketidaksesuaian program studi dengan minat peserta. Ia menjelaskan, tidak sedikit calon mahasiswa diterima pada pilihan kedua atau ketiga, sehingga mereka memutuskan tidak melanjutkan proses registrasi.

Adi menambahkan, keputusan tidak melakukan pendaftaran ulang memiliki sejumlah konsekuensi. Salah satunya adalah kemungkinan penerapan sanksi administratif oleh perguruan tinggi, termasuk kebijakan pembatasan atau blacklist sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing kampus.

Selain itu, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada sekolah asal peserta. Sekolah yang tingkat daftar ulang alumninya rendah berpotensi mengalami pengurangan kuota pada proses seleksi berikutnya, sehingga dapat memengaruhi peluang calon peserta dari sekolah tersebut di masa mendatang.

Dampak lainnya adalah berkurangnya tingkat keterisian daya tampung perguruan tinggi negeri akibat adanya kursi yang tidak terisi setelah proses registrasi ulang berakhir. Ia berharap persoalan biaya pendidikan, dukungan pembiayaan, serta sosialisasi mengenai pemilihan program studi dapat menjadi perhatian bersama agar angka pendaftaran ulang mahasiswa baru melalui jalur prestasi dapat meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....