Kemenag RI ajak Kalibrasi Arah Kiblat lewat Fenomena Rashdul Qiblah
- 14 Jul 2026 08:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) secara resmi mengajak seluruh umat Islam di tanah air untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Aksi massal ini bertujuan untuk memverifikasi dan menyempurnakan akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah, lembaga, hingga hunian pribadi di seluruh penjuru Indonesia.
Menghadap kiblat merupakan bagian penting dan krusial dalam menentukan kesempurnaan ibadah salat seorang muslim. Oleh karena itu, ketepatan arah hadap sarana ibadah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan demi menjaga kekhusyukan dan keabsahan salat yang didirikan sehari-hari.
Momentum penyelarasan ini memanfaatkan fenomena astronomis yang dikenal sebagai Rashdul Qiblah. Peristiwa alam ini terjadi ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah di Kota Makkah, Arab Saudi, sehingga bayangan benda tegak lurus di belahan bumi lain akan mengarah langsung ke pusat kiblat umat Islam tersebut.
Fenomena langka yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026. Pada waktu tersebut, masyarakat dapat melakukan kalibrasi secara serentak dan mandiri tanpa membutuhkan peralatan yang rumit.
Puncak dari fenomena Rashdul Qiblah ini diprediksi terjadi tepat pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk bersiap sebelum waktu tersebut agar proses verifikasi dapat berjalan dengan maksimal dan presisi.
"Saudara-saudaraku umat Islam di seluruh Indonesia, menghadap kiblat adalah bagian penting di dalam salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 pada hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026 tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA," ujar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A Menteri Agama RI dalam keterangan resminya.
Metode memanfaatkan bayangan matahari ini dinilai sebagai cara yang paling mudah, praktis, dan akurat untuk mencocokkan kembali arah kiblat. Tanpa perlu alat canggih, masyarakat hanya membutuhkan benda tegak lurus, seperti tongkat atau benang berbandul, yang diletakkan di area yang terkena sinar matahari langsung.
Seruan gerakan nasional ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Kemenag secara khusus mengetuk peran aktif para takmir masjid, pengelola musala, keluarga besar madrasah, pondok pesantren, civitas akademika kampus, instansi perkantoran, hingga setiap kepala keluarga di rumah masing-masing.
"Kita akan memanfaatkan momentum saat posisi matahari berada di atas Ka'bah yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi. Saya mengajak seluruh masyarakat, pesantren, kampus, kantor, serta setiap rumah untuk mendaftar dan mengukur kembali arah kiblatnya. Mari kita sukseskan Indonesia Berkiblat dengan daftar pada tautan yang disediakan untuk memastikan arah ibadah kita semakin tepat," tambah Nasaruddin Umar, menutup pernyataan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....