Hiri dan Ottapa Dinilai Penting Cegah Perilaku Menyimpang di Masyarakat

  • 25 Jun 2026 16:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Hiri dan Ottapa merupakan dua nilai moral penting dalam ajaran Buddha yang berfungsi sebagai pelindung dunia atau lokapala. Hal tersebut disampaikan Dr. Patma Dewi Liman, S.H., M.H., dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Makassar, Senin, 23 Juni 2026.

Dalam pemaparannya, Dr. Patma menjelaskan bahwa hiri adalah rasa malu untuk melakukan perbuatan jahat yang muncul dari kesadaran dan martabat diri sendiri. Sementara ottapa merupakan rasa takut terhadap akibat buruk dari perbuatan jahat, baik yang dirasakan pada kehidupan saat ini maupun kehidupan mendatang sesuai hukum karma.

Menurutnya, berbagai tindak kejahatan yang marak terjadi saat ini, mulai dari tawuran, begal hingga penyalahgunaan kewenangan, menunjukkan semakin melemahnya rasa malu untuk berbuat salah. Bahkan tidak sedikit pelaku yang justru menunjukkan kebanggaan atas perbuatannya tanpa rasa penyesalan.

Dr. Patma Dewi Liman, S.H., M.H., dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Makassar, Selasa (23/6/2026).

Ia mengutip ajaran Buddha dalam Hiri Sutta yang menjelaskan bahwa hanya sedikit orang yang memiliki kewaspadaan dan rasa malu untuk berbuat jahat. Sebaliknya, kebanyakan manusia kehilangan kesadaran moral sehingga mudah melakukan tindakan yang melanggar norma dan etika.

Dr. Patma menjelaskan bahwa seseorang yang kehilangan hiri akan lebih mudah bertindak semena-mena, mengambil hak orang lain, menyakiti sesama, hingga melakukan kejahatan tanpa merasa bersalah. Kondisi tersebut menjadi tanda melemahnya fondasi moral dalam diri seseorang.

Untuk menumbuhkan kembali hiri dalam kehidupan sehari-hari, Buddha mengajarkan beberapa landasan penting, yakni kesadaran penuh (sati), menyelidiki kebenaran melalui Dhamma wicaya, membangun semangat moral, serta melakukan introspeksi diri secara rutin terhadap setiap tindakan yang dilakukan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hiri dan ottapa memiliki peran besar dalam menjaga pelaksanaan sila agar tetap selaras dengan norma kesusilaan dan hukum. Dengan adanya kedua nilai tersebut, seseorang dapat tetap berbuat baik meskipun tidak berada dalam pengawasan pihak lain karena memiliki kontrol moral yang berasal dari dalam dirinya sendiri.

Menutup pemaparannya, Dr. Patma mengajak umat Buddha untuk memperkuat hiri dan ottapa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai godaan duniawi. Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi benteng moral yang membantu seseorang tetap berpegang pada ajaran Dhamma, menjaga integritas, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....