Munafri Luncurkan Pete-pete Laut, Transportasi Gratis Hubungkan Pulau di Makassar

  • 13 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Warga kepulauan di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar. Program tersebut diwujudkan melalui pengoperasian KM Banawa Nusantara 27 yang diberi nama “Pete-pete Laut”.

Peluncuran perdana layanan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat 12 Juni 2026. Munafri mengatakan, program Pete-pete Laut merupakan solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan.

“Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” ujar Munafri saat meresmikan kapal tersebut.

Kapal akan melayani rute Pulau Barrang Lompo, Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai hingga pulau terluar sebelum kembali ke Barrang Lompo. Layanan ini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya bagi masyarakat.

“Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau,” tegas Munafri.

Menurutnya, kehadiran Pete-pete Laut menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dengan daratan. Selama ini akses transportasi menjadi salah satu kendala utama yang memengaruhi mobilitas pelajar, guru, tenaga kesehatan, maupun masyarakat umum.

“Selama ini alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan,” jelasnya.

Munafri menegaskan bahwa pulau-pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Makassar dan harus mendapatkan akses layanan publik yang setara. Ia juga mengungkapkan pemerintah akan mengevaluasi kebutuhan operasional program tersebut, termasuk kemungkinan penambahan armada agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Satu kapal tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, kita akan menghitung seluruh kebutuhan biaya dan operasional agar progres penambahan armada dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Selain memperhatikan aspek pelayanan, Munafri meminta Dinas Perhubungan Kota Makassar memastikan seluruh standar keselamatan pelayaran dipenuhi. Ia menekankan setiap penumpang harus menggunakan jaket pelampung dan kapal wajib dilengkapi sarana komunikasi yang memadai.

“Setiap penumpang harus memiliki satu life jacket. Sarana telekomunikasi kapal juga harus maksimal agar dapat berkomunikasi dengan pos-pos terdekat selama perjalanan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan armada yang digunakan merupakan kapal Banawa Nusantara yang selama ini telah dimiliki dan dioperasikan oleh Dishub Makassar.

Menurutnya, seluruh awak kapal telah memenuhi standar kompetensi dan keselamatan pelayaran. Awak kapal terdiri atas kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal yang telah mengantongi berbagai sertifikasi keselamatan maritim.

“Awak kapal kami terdiri dari lima orang, yaitu kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal,” ujarnya.

Rheza menambahkan, program Pete-pete Laut tidak menggunakan anggaran baru, melainkan memanfaatkan anggaran operasional kapal yang telah tersedia sebelumnya. “Program ini lahir dari niat baik dan kepedulian Bapak Wali Kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. Alhamdulillah, dengan memanfaatkan anggaran operasional yang sudah ada, program ini bisa diwujudkan,” katanya.

Pete-pete Laut direncanakan beroperasi secara rutin setiap hari Senin dengan prioritas pelayanan bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelajar, serta masyarakat umum di wilayah Kepulauan Sangkarrang. “Banyak yang bertanya berapa biaya tiketnya. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, insya Allah layanan ini gratis untuk masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” ungkap Rheza.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan infrastruktur di beberapa pulau tujuan, terutama keterbatasan dermaga dan kedalaman perairan yang belum memungkinkan kapal berukuran besar bersandar secara langsung. Karena itu, Dishub berharap pembangunan dermaga yang lebih representatif dapat dilakukan pada masa mendatang guna mendukung pelayanan transportasi laut yang lebih optimal.

Melalui program Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar berharap konektivitas antar pulau semakin baik, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....