Angin Kencang Picu Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sulsel
- 27 Jul 2026 12:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gelombang tinggi tengah terjadi di sejumlah perairan Sulawesi Selatan. Hal ini dibenarkan oleh Forecaster BMKG, Sri Hartati Hidayah saat dikonfirmasi RRI, Senin, 27 Juli 2026. Dikatakan berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang air laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang dan berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran maupun nelayan.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter meliputi perairan Pangkep, Makassar, Jeneponto, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Taka Bonerate, Bone, Sinjai, dan Wajo. Menurut Sri Hartati Hidayah, penyebab utama potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh kecepatan angin yang dapat mencapai maksimal 25 knot di wilayah perairan Sulawesi Selatan. Kondisi ini memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah kawasan.
"Untuk informasi prakiraan sudah kami bagikan melalui media sosial dan juga telah kami sebar kepada stakeholder terkait, termasuk KSOP, Dinas Perhubungan, dan nelayan," kata Sri Hartati Hidayah.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan selama potensi gelombang tinggi masih berlangsung. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.
Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi akibat gelombang tinggi, seperti gangguan aktivitas pelayaran, penangkapan ikan, hingga potensi abrasi di wilayah pesisir yang rentan. Ia mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan prakiraan gelombang laut melalui kanal informasi resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas di laut maupun di kawasan pesisir sesuai kondisi cuaca terkini.
"Masyarakat khususnya yang beraktivitas di laut maupun yang tinggal di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini,"pungkasnya. Ditambahkan informasi ini telah disebarluaskan dan diperkirakan kondisi ini terjadi hingga 29 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....