Hadapi Kemarau Panjang, Maros Perkuat Sinergi Lintas Sektor

  • 10 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda selama tujuh bulan ke depan, Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat koordinasi lintas sektor. Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini tidak lagi hanya bertumpu pada dinas pemadam kebakaran setempat.

Sekretaris Damkar Kabupaten Maros, Mohammad Jalaluddin Roem, dalam Program Kentongan pada Selasa, 9 Juni 2026 menyebut satuan tugas (satgas) gabungan berskala besar telah disiagakan untuk mengawal wilayah Maros dari ancaman bencana lingkungan ini. Sinergi ini melibatkan berbagai unsur penting demi terciptanya sistem penanganan yang responsif dan terpadu.

“Jadi ada satgas yang dibentuk memang untuk Karhutla yang didalamnya ada gabungan TNI-Polri, Manggala Agni dari Balai Besar Taman Nasional Bantimurung, ada juga dari BPBD, ada juga dari SAR gabungan seperti Pramuka itu bersinergi kita untuk melaksanakan kegiatan proses pemadaman,” ungkap Roem.

Kolaborasi ini sengaja dibentuk agar pembagian peran dalam mengantisipasi titik api di kawasan hutan dapat berjalan secara optimal. Tidak hanya mengandalkan instansi resmi, pemerintah daerah juga mulai menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembentukan barisan relawan pemadam kebakaran yang tersebar di wilayah-wilayah rawan. Kehadiran para relawan ini diharapkan mampu memberikan respon cepat saat pertama kali api terdeteksi di lingkungan sekitar mereka.

“Kabupaten Maros sudah membentuk sekitar ada 4 kecamatan untuk 75 redcar, namanya relawan kebakaran yang kami latih untuk bisa mempuni untuk melakukan tindakan awal dalam hal proses penanganan api atau spot api, baik itu proses pelaporan maupun proses pemadaman. Jadi yang sementara kami lakukan, dengan pencegahan dini maupun pemadaman dini bisa dilakukan secepatnya oleh relawan kebakaran tersebut,” ungkap Roem.

Meskipun kesiapan personel dan peralatan diklaim sudah memadai, faktor utama pencegahan karhutla tetap berada pada perilaku masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Maros agar secara sadar menghentikan kebiasaan membuka lahan pertanian atau membersihkan pekarangan dengan cara dibakar selama cuaca ekstrem berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....