Pemprov Sulsel Siapkan 300 Pompa Air Hadapi Kemarau Panjang
- 06 Agt 2026 20:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan 300 unit pompa air untuk membantu sektor pertanian menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi daerah yang mengalami kekeringan pada lahan persawahan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produksi padi tetap optimal.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kamis 6 Agustus 2026. Ia mengatakan pemerintah juga sedang memproses permohonan bantuan pompa untuk sekitar 100 titik yang membutuhkan. Selain sektor pertanian, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi kekeringan di kawasan perkotaan dan mengantisipasi kebakaran hutan serta lahan. Tim tanggap darurat juga telah disiagakan di sejumlah wilayah rawan.
"Kami siapkan 300 pompa untuk pertanian. Ada permohonan yang sedang kami proses sekitar 100 titik. Karena El Nino ini banyak sawah terdampak kekeringan, terutama pada masa pertumbuhan padi," kata Andi Sudirman.
Terkait dengan daerah -daerah yang melaporkan kekeringan, Andi Sudirman menyatakan sudah ada yang menyampaikan termasuk kondisi persawahan mereka, namun tidak merinci daerah mana saja yang telah mengalami kekeringan
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) Sulsel, Nur Alam, mengatakan antisipasi telah dilakukan sejak awal bersama Kementerian Pertanian. Pemerintah berupaya memastikan lahan sawah tetap dapat berproduksi selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan pompanisasi dan penyediaan sumber air.
Nur Alam menjelaskan sepanjang 2026 telah disalurkan sekitar 2.000 unit pompa air kepada pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan tambahan 300 unit pompa untuk memenuhi permintaan daerah. "Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah menginventarisasi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan agar segera mengajukan permintaan pompa," ujarnya.
Selain pompanisasi, Kementerian Pertanian juga menyiapkan sekitar 900 titik irigasi perpompaan melalui pembangunan sumur bor. Program tersebut didukung optimalisasi lahan pertanian seluas sekitar 110 ribu hektare. Pemerintah berharap ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Nur Alam mengimbau petani menggunakan air secara bijak agar distribusinya merata. Bantuan pompa juga diprioritaskan pada lahan yang memiliki sumber air sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif. "Pompa akan diberikan pada lokasi yang memiliki sumber air dan benar-benar sesuai kebutuhan agar produksi pertanian tetap terjaga," tutup Nur Alam. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....