TPA Antang Berbenah, Air Lindi Diolah dan Timbunan Sampah Ditata Berlapis
- 09 Jun 2026 22:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan. Saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan TPA Antang di Kecamatan Manggala, Selasa, 9 Juni 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin turut melihat langsung area kolam lindi yang berada di bagian utara kawasan TPA.
Kolam lindi menjadi salah satu fasilitas penting dalam sistem pengelolaan sampah modern karena berfungsi menampung dan mengolah cairan lindi (leachate), yakni limbah cair yang terbentuk dari proses pembusukan sampah dan rembesan air hujan yang melewati timbunan sampah.
Kepala UPTD TPA Antang, Nasrun menjelaskan bahwa pembangunan kolam lindi bertujuan untuk menampung sekaligus mengolah air lindi sebelum dilepas ke lingkungan.
"Tujuan dibangunnya kolam lindi adalah untuk menampung dan mengolah air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dan air hujan. Keberadaan kolam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan," ujarnya.
Menurut Nasrun, saat ini TPA Antang memiliki sekitar 10 kolam lindi berukuran rata-rata 6 x 8 meter yang digunakan dalam sistem pengolahan bertahap untuk menurunkan kadar pencemar yang terkandung dalam air lindi. Air lindi yang terkumpul dipindahkan secara berjenjang dari satu kolam ke kolam lainnya hingga kualitas air memenuhi standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
"Di kolam-kolam ini, bisa dilakukan proses pemindahan air secara bertahap sampai mencapai standar baku mutu. Setelah memenuhi ketentuan, baru air tersebut dapat dilepas," jelasnya.
Dalam proses pengolahan, TPA Antang kini menggunakan teknologi Eco True yang berfungsi membantu menurunkan kandungan logam dan zat pencemar dalam air lindi sehingga lebih aman bagi lingkungan. "Sekarang kami menggunakan Eco True untuk hasil yang lebih baik. Dengan penggunaan Eco True, kami juga mendapatkan pendampingan dari tim yang secara khusus melakukan penyiraman dan pemantauan," katanya.
Nasrun mengungkapkan, sebelumnya pengelola TPA hanya melakukan penyemprotan menggunakan ekoenzim bersama yayasan mitra. Kini metode tersebut diperkuat dengan penggunaan Eco True yang dinilai memberikan hasil lebih optimal. Selain fokus pada pengolahan air lindi, pengelola TPA Antang juga menerapkan sistem penimbunan sampah secara berlapis sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan.
Setiap timbunan sampah yang mencapai ketinggian sekitar tiga meter akan segera ditutup menggunakan material tanah urug.
Metode ini diterapkan untuk mengurangi bau tidak sedap, menekan perkembangbiakan lalat, serta mencegah potensi kebakaran sampah. "Penimbunan dilakukan untuk mencegah bau tidak sedap, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mencegah terjadinya kebakaran sampah," ujar Nasrun.
Ia menambahkan, sampah yang baru masuk akan diarahkan ke area yang masih memiliki kapasitas penampungan. Sementara timbunan sampah yang masih terbuka menjadi prioritas untuk segera ditutup guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Meski demikian, Nasrun mengakui pengelolaan TPA Antang menghadapi tantangan karena volume sampah yang terus bertambah setiap hari. "Kondisi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak yang ditimbulkan tetap dapat dikendalikan," tuturnya.
Pembenahan yang dilakukan di TPA Antang menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, tertata, serta mendukung target penerapan sistem sanitary landfill di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....