Pasar Tumpah Jalan AMD Manggala Ditertibkan usai 20 Tahun Beroperasi
- 03 Jul 2026 12:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Manggala berhasil menata kawasan pasar tumpah di Jalan AMD, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Penataan dilakukan secara persuasif dan humanis sehingga berlangsung aman, tertib, tanpa gesekan dengan para pedagang, Kamis 2 Juli 2026.
Camat Manggala, Ahmad, mengatakan penertiban bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan sosialisasi dan komunikasi intensif bersama lurah, RT/RW, serta para pedagang. Sebelum pembongkaran dilakukan, pemerintah telah tiga kali melayangkan surat teguran.
"Ada sekitar 30 lapak direlokasi. Sejak awal kami mengedepankan sosialisasi dan pendekatan persuasif. Tiga kali surat teguran sudah kami layangkan, lurah bersama RT dan RW juga terus memberikan pemahaman kepada para pedagang," ujarnya.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Sebagian besar pedagang memilih membongkar lapaknya secara mandiri. Langkah ini dinilai menjadi capaian penting setelah kawasan yang selama lebih dari 20 tahun dipenuhi lapak di badan jalan dan di atas saluran drainase akhirnya berhasil ditata.
Menurut Ahmad, penataan dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait kemacetan, penyempitan badan jalan, hingga banjir akibat drainase yang tertutup bangunan semi permanen. Kini, kondisi Jalan AMD dinilai jauh lebih tertib. Badan jalan kembali terbuka sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar, sementara saluran drainase dapat berfungsi optimal untuk mengurangi potensi genangan saat hujan.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kecamatan Manggala, terutama pada akhir pekan. Aktivitas jual beli di badan jalan membuat kendaraan berhenti di tengah jalan dan menghambat arus lalu lintas. "Drainase selama ini tertutup sehingga air tidak mengalir dengan baik. Saat hujan kawasan ini selalu tergenang. Karena itu penataan dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas," katanya.
Pemerintah Kecamatan Manggala juga memastikan para pedagang tetap dapat berjualan dengan mengarahkan mereka ke area pasar yang telah disediakan, sehingga tidak lagi menggunakan badan maupun bahu jalan. Ahmad menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar lapak liar tidak kembali berdiri. Pembongkaran dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga kawasan tetap tertib.
"Pengalaman selama ini, dua atau tiga hari setelah ditertibkan biasanya pedagang kembali lagi. Karena itu kami akan terus melakukan pengawasan," ucapnya.
Ia menambahkan, sejak menjabat sebagai Camat Manggala, penataan serupa telah dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Tamangapa Raya, Jalan Baruga, Kelurahan Biring Romang, Kelurahan Antang, Kelurahan Borong, hingga kini Jalan AMD. Ratusan lapak liar disebut telah ditata melalui pendekatan persuasif tanpa menimbulkan konflik.
Ke depan, penataan akan dilanjutkan di kawasan Pasar Borong yang juga menjadi titik kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah. "Tujuan kami bukan melarang masyarakat mencari nafkah, tetapi mengatur agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban, keselamatan pengguna jalan, maupun fungsi drainase," tutup Ahmad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....