Hadapi Kemarau Ekstrem, Kab. Pinrang Tetapkan Status Siaga
- 09 Jun 2026 18:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kabupaten Pinrang resmi menetapkan status siaga darurat bencana alam hidrometeorologi kering untuk mengantisipasi dampak kemarau ekstrem. Langkah ini diambil sebagai prosedur kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi segala dampak buruk yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut.
Kalaksa BPBD Pinrang, Rhommy Manule dalam Program Acara Kentongan pada Selasa, 9 Juni 2026 mengungkapkan keputusan ini diambil berdasarkan Surat Keputusan Bupati yang berlaku mulai tanggal 1 Mei hingga 29 Juli 2026. Dikatakan, suhu udara di wilayah Pinrang dilaporkan mengalami anomali yang cukup signifikan pada saat memasuki waktu puncak siang hari.
Lonjakan suhu yang sangat terik ini dipicu oleh datangnya fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai El Nino Godzilla. “Di tahun ini kan kita ada fenomena anomali yang panas sangat terik ketika di musim puncak di waktu puncak, jam 11, 12, 1, 2, itu suhu itu kurang lebih sekitar 37 sampai 38 derajat celcius. Itu berarti kan sudah ada anomali yang panas itu terkait dengan fenomena El Nino Godzilla,” jelas Rhommy.
Rhommy menjelaskan bahwa musim kemarau kali ini memiliki intensitas yang jauh lebih tinggi dan terik jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Menyikapi lonjakan suhu tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang langsung bergerak cepat mengeluarkan imbauan resmi kepada warga.
Masyarakat diminta untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam dengan tingkat radiasi panas tertinggi. Pihak BPBD Pinrang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diharapkan mulai menghemat penggunaan sumber daya air bersih selama masa siaga darurat ini berlangsung. Langkah ini dinilai krusial mengingat durasi fenomena munsun Australia yang membawa udara kering berpotensi terjadi dalam waktu panjang.
“Kita harapkan yang paling dijaga adalah jangan buang puntung rokok sembarangan. Kemudian bagaimana menghemat sumber daya air. Yang utama itu sumber daya air karena musim kering ini,” ungkap Rhommy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....