FKUB Makassar Dorong Implementasi Beragama Maslahat untuk Makassar MULIA

  • 08 Jun 2026 20:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar menggelar dialog lintas elemen masyarakat dengan menghadirkan peserta dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dengan mengangkat tema “Beragama Maslahat dan Berkebudayaan Maju”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi pemikiran dalam mendukung program strategis Pemerintah Kota Makassar, yakni mewujudkan visi Makassar MULIA melalui penguatan kerukunan dan harmoni sosial.

Ketua FKUB Makassar, Arifuddin Ahmad, mengatakan dialog ini dirancang sebagai ruang bertukar gagasan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, partisipasi tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkemajuan.

Ketua FKUB Makassar, Arifuddin Ahmad saat diwawancarai di Hotel Sultan Alauddin, Senin, 8 Juni 2026. Foto RRI Qiswa.

“Tema utama dialog ini adalah beragama maslahat dan berkebudayaan maju yang sejalan dengan program strategis Wali Kota Makassar, yaitu Makassar MULIA. Kami berharap melalui dialog ini dapat dihimpun berbagai gagasan dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, maupun tokoh masyarakat untuk merumuskan petunjuk teknis implementasinya di tengah masyarakat,” ujar Arifuddin Ahmad saat diwawancarai setelah kegiatan Dialog Kerukunan bagi Tokoh Masyarakat di Hotel Sultan Alauddin Makassar, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan konsep beragama maslahat tidak hanya menitikberatkan pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga pada nilai-nilai agama dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sosial. Sementara itu, berkebudayaan maju diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang terbuka, toleran, dan menghargai keberagaman.

Lebih lanjut, Arifuddin menilai hasil dialog tersebut nantinya dapat menjadi bahan rekomendasi bagi Pemerintah Kota Makassar dalam menyusun kebijakan yang mendukung pembangunan berbasis nilai-nilai kemaslahatan dan kebudayaan. Dengan begitu, program Makassar MULIA dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“FKUB berupaya memberikan sumbang saran kepada Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan Makassar MULIA. Kami melihat bahwa semangat beragama maslahat dan berkebudayaan maju sangat sejalan dengan upaya menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat serta mendorong kemajuan daerah,” katanya.

Menurut Arifuddin, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, menjaga kerukunan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan.

Dialog tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di era modern. Melalui komunikasi yang terbuka dan inklusif, berbagai persoalan dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang konstruktif.

“Kerukunan dan harmoni masyarakat merupakan kunci utama untuk mencapai cita-cita bersama. Impian mewujudkan Makassar yang maju dan mulia akan lebih mudah tercapai apabila seluruh elemen masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan terus menjaga kebersamaan dalam keberagaman,” tegas Arifuddin Ahmad.

Ia berharap hasil dialog ini dapat menjadi pijakan dalam penyusunan langkah-langkah strategis yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai beragama maslahat dan berkebudayaan maju secara nyata. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, visi Makassar MULIA diharapkan dapat terwujud demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....