Cara Efektif Cegah Narkotika, Utamakan Dampak, Bukan Kata Jangan

  • 04 Jun 2026 17:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pendekatan edukasi narkotika yang hanya mengandalkan kata larangan dinilai tidak efektif. Metode yang lebih tepat adalah menjelaskan dampak nyata penggunaan narkotika terhadap tubuh dan kehidupan.

Konselor Adiksi Ahli Madya BNNP Sulawesi Selatan, Nurdiana F. Nahdalipa, mengungkapkan hal itu dalam Dialog SANKSI RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 3 Juni 2026. Dia menjelaskan bahwa otak manusia secara psikologis justru terprovokasi oleh kalimat larangan.

"Teknik mengedukasi itu bukan bilang jangan dekati narkoba, jangan ini, jangan itu. Karena kerja otak, ketika ada yang dilarang, justru makin penasaran untuk melawan dan ingin tahu kenapa dilarang," ujar Nurdiana.

Pendekatan yang ia rekomendasikan adalah menjelaskan secara detail bagaimana narkotika bekerja di dalam tubuh dan efek destruktifnya. Ketika seseorang memahami konsekuensi nyata seperti gangguan kejiwaan, kesulitan berhenti, kehilangan pekerjaan, hingga putus sekolah, otak akan merespons dengan penolakan.

Nurdiana juga menjelaskan mengapa banyak pengguna memilih lebih dari satu jenis zat. Menurutnya, pengguna terus mencari sensasi baru layaknya mencari cita rasa makanan yang berbeda, dan dorongan ini diperkuat oleh pengaruh lingkungan pergaulan.

Penggunaan narkotika dengan alasan meningkatkan produktivitas atau menghilangkan kelelahan pun diluruskan. Nurdiana menganalogikan tubuh manusia seperti mesin air yang dipaksa menyala terus-menerus: secara fisik terlihat baik-baik saja, tetapi di dalam perlahan rusak.

"Ibarat mesin air yang dinyalakan dari pagi sampai malam, apa yang terjadi? Mesinnya terbakar. Kurang lebih tubuh juga begitu ketika dipaksa terus bekerja karena narkotika," kata Nurdiana.

Zat sintetis seperti cannabinoid sintetis disebut memiliki daya rusak lebih besar dibandingkan zat alami karena terbuat dari bahan kimia murni. Tren penggunaan zat baru ini terus berkembang di kalangan anak muda yang terpengaruh lingkungan.

Untuk itu, BNNP Sulawesi Selatan menjalankan program penyuluhan terjadwal di sekolah mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Edukasi juga dilakukan melalui media sosial dan pemasangan media luar ruang di sejumlah titik strategis di Kota Makassar.

"Kami sudah betul-betul intens memberikan edukasi melalui media sosial, video billboard, dan penyuluhan di sekolah-sekolah. Ada petugas penyuluh narkoba yang memang bertugas khusus untuk itu," tegas Nurdiana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....