Edukasi Etika Batuk: Langkah Nyata Cegah Penularan Tuberkulosis (TBC) dan Influenza
- 28 Jul 2026 19:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program "Edukasi Etika Batuk: Langkah Nyata Cegah Penularan Tuberkulosis (TBC) dan Influenza" di SD Negeri 3 Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Airen Bintarti Angreani S, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, ini diikuti oleh 44 siswa, yang terdiri atas 27 siswa kelas V dan 17 siswa kelas VI.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai Tuberkulosis (TBC), Influenza, serta pentingnya menerapkan etika batuk yang benar sebagai salah satu upaya sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekolah maupun keluarga. Edukasi dikemas secara interaktif agar materi mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, siswa memperoleh materi melalui media presentasi yang membahas penyebab, cara penularan, serta langkah-langkah etika batuk yang benar. Kegiatan juga dilengkapi dengan pemutaran video edukatif dari Free Tuberculosis Indonesia, dilanjutkan dengan praktik etika batuk, sesi tanya jawab, dan kuis interaktif. Antusiasme peserta terlihat ketika beberapa siswa secara sukarela maju ke depan kelas untuk mempraktikkan etika batuk dan menjawab pertanyaan. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKN-PK memberikan hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.
Penanggung jawab program, Airen Bintarti Angreani S, mengatakan bahwa pembiasaan etika batuk perlu dimulai sejak usia sekolah karena kebiasaan baik lebih mudah ditanamkan pada masa anak-anak. "Edukasi ini kami hadirkan agar anak-anak memahami pentingnya etika batuk dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka dapat melindungi diri sendiri sekaligus membantu mencegah penularan penyakit kepada teman, guru, maupun keluarga," ujarnya.
Salah seorang siswa yang mengikuti kegiatan ini juga mengaku bisa memperoleh pengetahuan yang baru setelah mengikuti edukasi . "Saya jadi tahu kalau batuk jangan ditutup pakai tangan, tapi pakai siku bagian dalam supaya kuman tidak menyebar ke teman-teman," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap siswa SD Negeri 3 Lawawoi dapat menjadikan etika batuk sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan membangun perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, diharapkan siswa dapat berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat sekaligus membantu mencegah penyebaran Tuberkulosis (TBC), Influenza, dan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....