Makassar Sumbang Rp2 Triliun Lelang, Masuk Lima Besar Nasional

  • 04 Jun 2026 13:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kota Makassar mencatatkan kontribusi luar biasa dalam transaksi lelang nasional sepanjang tahun 2025. Dari total nilai lelang Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulseltrabar) yang menembus Rp3,2 triliun, sebesar Rp2 triliun di antaranya berasal dari Kota Makassar dan menempatkan Sulseltrabar konsisten dalam peringkat lima besar nasional.

Kepala Bidang Lelang Kanwil DJKN Sulseltrabar, Anwar Sulaiman, menyebut angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan aktivitas lelang di wilayah ini. "Yang tercatat di KPKNL saja sudah lebih dari 3.000 frekuensi lelang sepanjang 2025, belum termasuk pelaksanaan oleh teman-teman balai lelang yang rata-rata seminggu bisa dua sampai tiga kali," kata Anwar dalam program Indonesia Cerdas RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 3 Juni 2026.

Anwar menjelaskan, tingginya nilai lelang di Makassar bukan kebetulan. Makassar berperan sebagai pemimpin pertumbuhan ekonomi di wilayah tengah dan timur Indonesia, dengan potensi investasi yang besar dan pasar yang sudah terbiasa memanfaatkan portal lelang sebagai instrumen jual beli.

Lelang juga terbukti menjadi solusi nyata dalam menangani kredit bermasalah di sektor perbankan. "Ketika ada nonperforming loan dan bank tidak bisa menggerakkan dananya, lelang eksekusi barang jaminan adalah solusinya. Dana kembali ke bank dan bisa bergulir lagi sehingga ekonomi bergerak lebih cepat," ujar Anwar.

Dari sisi permintaan, Pelelang Ahli Pertama KPKNL Makassar, Asriani Ningsih, mengungkapkan segmen properti mendominasi minat peserta lelang di Makassar. Harga penawaran lelang eksekusi hak tanggungan rata-rata hanya 50 persen dari nilai pasar, membuka peluang kepemilikan properti bagi kalangan yang selama ini terkendala harga di jalur konvensional.

Animo masyarakat terhadap lelang kendaraan dinas pun tidak kalah tinggi. "Satu kali lelang satu unit Kijang Innova pesertanya bisa sampai 100 orang. Bahkan kami pernah melaksanakan lelang yang pesertanya sampai 1.000 orang," ungkap Asriani.

Di Makassar saat ini terdapat 11 balai lelang yang terdaftar di bawah pengawasan DJKN. Dari jumlah tersebut, enam balai lelang tercatat paling aktif melaksanakan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat setiap pekannya. Asriani menyebut pasar lelang Makassar sudah semakin matang, ditandai dengan masyarakat yang secara mandiri memantau portal-portal resmi untuk mencari peluang. "Makassar sudah memiliki market yang luar biasa. Mereka sudah menjadikan lelang.go.id sebagai media untuk menggerakkan ekonominya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....