Mandalle Pangkep Disiapkan Menjadi Markas Peradaban dan Pemberdayaan

  • 30 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Pangkep - Ribuan warga memadati Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Jumat, 29 Mei 2026 dalam kegiatan Bakti Sosial Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Makassar yang dirangkaikan dengan silaturahmi Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang menghadirkan layanan kesehatan gratis, sunatan massal, pembagian daging kurban hingga tabligh akbar tersebut tidak hanya menjadi ajang pelayanan sosial, tetapi juga menjadi momentum lahirnya gagasan besar pembangunan berbasis masyarakat yang digagas Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.

Sejak pagi, warga dari berbagai desa di sekitar Mandalle berdatangan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan gigi, fisioterapi, hingga sunatan massal. Puluhan tenaga medis dari berbagai institusi diterjunkan untuk melayani masyarakat. "Kegiatan hari ini intinya silaturahmi Idul Adha. Teman-teman dari KAHMI mengadakan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, tindakan gigi, fisioterapi, sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan secara umum," kata Tamsil Linrung.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep hingga sejumlah mitra lainnya. Menurut Tamsil, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan kegiatan sosial masih sangat besar, terutama di kawasan pesisir dan pedesaan. "Yang sunatan saja cukup banyak. Warga masih terus berdatangan," ujarnya.

Selain layanan kesehatan, panitia juga membagikan daging kurban kepada masyarakat sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Idul Adha. Di balik kegiatan sosial tersebut, Tamsil mengungkapkan visi yang jauh lebih besar. Ia ingin kawasan Mandalle berkembang menjadi pusat integrasi berbagai program pemberdayaan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang dapat menjadi model pembangunan masyarakat berbasis kolaborasi.

Menurutnya, lokasi tersebut akan menjadi tempat berkumpulnya berbagai unsur masyarakat untuk membangun ekosistem yang mendorong lahirnya perubahan sosial secara berkelanjutan. "Kita mendapatkan tempat integrasi ekosistem pemberdayaan ekonomi, sosial dan keagamaan. Kita ingin ada satu tempat untuk berkumpul yang bisa melakukan pencerahan guna mewujudkan sebuah peradaban yang dalam jangka panjang mampu mengakselerasi tujuan nasional kita," ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi semata, melainkan harus menghasilkan manusia yang beradab dan memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik. "Karena kita ini tidak cukup hanya membangun di atas kertas, tetapi harus menjadi manusia-manusia yang beradab," katanya.

Tamsil menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan role model berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Dalam pemaparannya, Tamsil juga menyinggung perjalanan pembangunan nasional yang menurutnya banyak dipengaruhi oleh gagasan besar para tokoh bangsa.

Ia menyebut Mohammad Hatta sebagai tokoh yang berhasil memperjuangkan ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi. Sementara Presiden ketiga RI, BJ Habibie, dinilainya sebagai sosok visioner yang meletakkan fondasi pengembangan industri strategis nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara industri maju apabila pengembangan industri strategis dilakukan secara berkelanjutan.

"Hatta adalah tokoh koperasi yang mendorong ekonomi kerakyatan. Habibie membangun industri strategis. Kalau pengembangan itu berlanjut, Indonesia bisa menjadi negara industri yang jauh lebih maju," ujarnya.

Ia juga menilai Presiden Prabowo Subianto saat ini memiliki visi kemanusiaan yang kuat melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut, Tamsil mengungkapkan sejumlah program prioritas pemerintah akan diintegrasikan dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan menjadi proyek percontohan penanganan gizi buruk, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga pembangunan rumah subsidi bagi nelayan, petani dan guru. Konsep itu diharapkan mampu menciptakan sinergi antara program sosial, ekonomi dan pendidikan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Tamsil juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat. Ia mendorong pembangunan rumah imam di setiap masjid agar para imam dapat lebih fokus menjalankan tugas pembinaan keagamaan.

Namun menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas imam yang bertugas.

"Imamnya harus qualified, bacaan Qurannya bagus dan bisa memberikan bimbingan kepada anak-anak yang mengaji," tuturnya.

Ia menilai imam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah nasional Das'ad Latif. Tamsil menyebut Das'ad sebagai dai yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan keagamaan secara sederhana namun dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan dakwah yang inklusif dan mudah dipahami menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, KAHMI Makassar tidak hanya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Mandalle, tetapi juga mulai meletakkan fondasi bagi terbentuknya pusat pemberdayaan masyarakat yang diharapkan menjadi model pembangunan berbasis kolaborasi, kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan di Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....