Krisis Air Bersih di Daeng Tantu, Warga Bergantung Hujan
- 25 Mei 2026 09:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Warga yang bermukim di Jalan Daeng Tantu Lorong 2, Kota Makassar, kini harus menghadapi Krisis Air Bersih yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu karena pasokan air bersih tidak lagi mengalir secara normal seperti sebelumnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air dari wilayah sekitar dengan harga seribu rupiah per galon. Selain itu, ada pula warga yang menunggu aliran air dari lorong sebelah yang hanya mengalir sekitar satu jam setiap harinya.
Jumatia, salah satu warga Jalan Daeng Tantu Lorong 2, mengatakan Krisis Air Bersih di wilayahnya sudah dirasakan selama dua bulan terakhir. “Sudah hampir dua bulan air di rumah kami tidak mengalir sama sekali,” ujar Jumatia saat ditemui di lokasi, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut Jumatia, kondisi tersebut membuat warga harus mengatur penggunaan air dengan sangat hemat. Ia mengaku sebagian warga bahkan rela begadang hingga malam hari demi mendapatkan air bersih dengan debit yang sedikit lebih besar.
“Kalau hujan deras baru biasanya air mulai mengalir, tapi jumlahnya tetap sedikit,” katanya. Warga juga harus memanfaatkan waktu tertentu agar bisa menampung air untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.
Krisis Air Bersih yang terjadi di kawasan tersebut dinilai semakin menyulitkan masyarakat karena sebagian besar warga harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari. Kondisi itu membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama bagi warga dengan penghasilan terbatas.
Jumatia mengungkapkan warga kini memiliki hubungan yang unik dengan hujan. “Kalau hujan turun kami sebenarnya senang karena biasanya air mulai muncul, tapi kami juga khawatir kalau hujannya terlalu deras,” tuturnya.
Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi justru memicu banjir di kawasan Jalan Daeng Tantu Lorong 2. Air kerap masuk hingga ke dalam rumah warga sehingga mereka harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni Krisis Air Bersih dan ancaman banjir.
“Kalau hujan besar, rumah kami bisa tergenang air,” kata Jumatia. Menurutnya, kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi dan hingga kini warga masih berharap ada solusi permanen dari pihak terkait.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih di wilayah tersebut. Mereka menilai kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Selain perbaikan distribusi air, masyarakat juga berharap ada penanganan drainase agar banjir tidak lagi masuk ke permukiman warga saat hujan deras turun. “Kami hanya ingin air bersih lancar dan lingkungan kami tidak lagi kebanjiran,” ujar Jumatia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....