Sulsel Terbebas dari Wilayah 3T, Pacu Akselerasi Internet Desa

  • 21 Mei 2026 13:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Sulawesi Selatan saat ini menyandang status sebagai daerah yang terbebas dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Terlepas dari indikator yang melatarbelakanginya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ratusan gugusan pulau seperti di Kabupaten Pangkep dan Selayar masih menghadapi tantangan nyata terkait keterbatasan infrastruktur, khususnya masalah blank spot.

Sekertaris Dinas Kominfo SP Prov. Sulsel, Sultan Rakib dalam Program Literasi Digital pada Selasa, 19 Mei 2026 mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2024, tercatat masih ada 422 titik buta sinyal di Sulawesi Selatan. Angka ini menjadi alarm penting bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital yang mumpuni di wilayah pedesaan sudah sangat mendesak, agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati akses internet yang setara.

Blank spot ini di sulsel tahun 2024 awal itu, kita masih 422 titik blank spot yang ada di Sulawesi Selatan. Tandanya apa? Kita masih membutuhkan sebuah infrastruktur yang mumpuni sehingga masyarakat di pedesaan itu bisa juga menikmati yang namanya internet,” ujar Sultan.

Sultan mengungkapkan pemerintah Sulsel telah melakukan kerja sama strategis dengan BAKTI KomDG (Kementerian Komunikasi dan Digital). Hal ini dalam mengupayakan akselerasi penggunaan teknologi satelit VSAT.

Fokus utama pemenuhan akses internet ini diarahkan pada fasilitas pelayanan publik kunci, mulai dari pos keamanan, polsek, puskesmas pembantu, hingga sekolah-sekolah di wilayah terpencil. “Paling tidak di wilayah-wilayah seperti pedesaan yang ada keamanannya, polrestabesnya, polseknya, puskesmas dan sekolah-sekolah itu sudah bisa menikmati akses internet berupa visa peris small satellite dari BAKTI,” jelas Sultan.

Akselerasi transformasi digital yang ideal tidak boleh hanya berfokus pada pengajaran digital skill atau kecakapan teknis semata. Sultan menilai generasi muda dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi harus dibekali secara utuh dengan empat pilar literasi digital, yaitu digital skill, digital ethics, digital culture, dan digital safety.

Jika keempat elemen ini ditanamkan sejak dini, generasi masa depan akan memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi gelombang disrupsi teknologi. “Insya Allah kedepan generasi kita akan mumpuni dan bisa bisa tahan terhadap gelombang-gelombang transformasi digital saat ini,” harap Sultan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....