Ciri Anak Muda Keren Menurut Leluhur Bugis-Makassar

  • 19 Mei 2026 09:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pandangan leluhur Bugis-Makassar tentang sosok anak muda yang ideal ternyata tidak diukur dari penampilan semata, melainkan dari karakter dan nilai hidup yang dijunjung tinggi. Generasi muda yang dianggap “keren” oleh leluhur adalah mereka yang mampu menjaga harkat dan martabat diri, keluarga, serta lingkungannya melalui budaya siri’.

Menurut Dosen Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin, Andi Tenri Bali Baso, S.S., M.Hum, dalam obrolan Apresiasi Budaya Lokal, pada hari Senin, 18 Mei 2026 di Pro 4 RRI Makassar, budaya siri’ telah melekat dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar sejak seseorang masih berada dalam kandungan. Nilai-nilai tersebut mulai dibentuk melalui pola asuh keluarga dan stimulus parenting dari seorang ibu, lalu diperkuat dengan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia menjelaskan bahwa karakter generasi muda Bugis-Makassar sejatinya mencerminkan nilai “agengeng, augawaraneng, amacangeng sibawa lempureng”. Nilai tersebut menggambarkan pribadi yang tangguh, berani, cerdas, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberanian atau getteng menjadi dasar penting agar anak muda mampu menghadapi tantangan tanpa kehilangan prinsip dan harga diri.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kecerdasan yang diharapkan leluhur bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga kecerdasan moral dan sosial. Generasi muda diharapkan mampu menjaga tutur kata, menghormati orang tua, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakatnya.

Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern, nilai-nilai luhur tersebut dinilai tetap relevan untuk diterapkan oleh generasi muda saat ini. Dengan mempertahankan budaya siri’, keberanian, serta kejujuran, anak muda tidak hanya menjadi pribadi yang dihormati, tetapi juga mampu membawa nama baik daerah dan budayanya di masa depan.

Selain itu, budaya Bugis-Makassar juga mengajarkan pentingnya sikap saling menghargai dan menjaga hubungan baik antarsesama. Anak muda yang dianggap baik oleh leluhur adalah mereka yang mampu bersikap sopan, rendah hati, serta tidak mudah merendahkan orang lain meskipun memiliki kelebihan dalam bidang tertentu.

Menurutnya, generasi muda masa kini perlu kembali mengenal nilai-nilai budaya daerah agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi. Dengan memahami warisan leluhur, anak muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara mental, bijaksana dalam bertindak, serta mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....